Mengulas Keuntungan ShopeePay + Kekurangannya (Review Pengguna)





Saya mengenal Shopee pertama kali pada pertengahan tahun 2015. Pada waktu itu e-commerce yang identik dengan warna orange ini baru saja hadir Indonesia. Berawal dari penasaran dengan adanya fitur gratis ongkir, di kemudian hari ternyata saya jadi pelanggan tetap di marketplace ini. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir saya tergolong aktif belanja, hampir setiap bulan. Mengenal lebih awal saya secara tidak langsung menemukan beberapa fitur Shopee yang berubah dari dulu hingga hari ini. Salah satunya adalah metode pembayaran yang dipakai. 



Dari pengalaman pertama belanja daring hingga tahun 2018, saya 100 % menggunakan transfer bank baik melalui ATM maupun internet banking. Biasanya saya menggunakan bank BCA, BNI dan sesekali BRI. Pada waktu itu, metode baru yang saya kenal adalah pembayaran via virtual account. Namun, sekitar pada tahun 2019 saya mulai bergabung menggunakan ShopeePay. Sejak itu, saya sudah mulai meninggalkan metode transfer ATM, mobile banking atau pun internet banking. Ada beberapa situasi dan kondisi yang mendorong saya mau tidak mau harus beralih ke ShopeePay



Awalnya sih saya kurang nyaman, saya selalu kepikiran mengapa harus repot-repot mengisi saldo Shopeepay ini. Kenapa tidak langsung transfer pembayaran via bank saja seperti biasa, toh sama-sama harus transfer juga. Akan tetapi setelah terbiasa ternyata saya menemukan bahwa fitur pembayaran dari Shopee ini memiliki lebih banyak manfaat untuk transaksi yang saya lakukan. Nah, pada postingan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman sekaligus review sepanjang saya menggunakan layanan tersebut seperti apa keuntungan ShopeePay beserta kekurangannya. 



Manfaat Shopeepay yang Saya Rasakan


Sebelum membahas lebih lanjut, sekilas saya ingin mengulas apa itu ShopeePay agar tulisan ini tidak diskomunikasi. ShopeePay adalah salah satu metode pembayaran menggunakan uang elektronik. Dengan kata lain, kurang lebih seperti  layanan dompet digital atau e-wallet yang berfungsi sebagai alat pembayaran transaksi. Setiap kali melakukan top up atau isi ulang, maka otomatis dompet digital ini akan terisi saldo. Setelah membayar belanja, saldo pun akan berkurang sesuai dengan jumlah nominal belanjaan. 


Begitu juga, kalau terjadi kesalahan transaksi yang mengharuskan pengembalian dana, maka dana tersebut akan kembali masuk ke dompet digital tersebut. Fitur tersebut berfungsi menampung uang. Jadi, uang pembeli tidak hilang begitu saja. Nah, berdasarkan  pengalaman saya selama 2 tahun ini, ada 7 keuntungan ShopeePay yang saya rasakan yaitu : 



1. Saya bisa memperoleh voucher gratis ongkir lebih banyak dari biasanya


Dulu ketika saya masih bertahan dengan metode pembayaran transfer ATM, jumlah voucher free biaya pengiriman yang saya dapatkan sangat terbatas. Dalam sebulan hanya dapat beberapa buah saja. Begitu juga dalam sehari hanya bisa melakukan beberapa transaksi, dibatasi dan tergolong sedikit. Namun, setelah memakai ShopeePay, saya bisa mengklaim voucher lebih banyak. Hal ini karena Shopee menyediakan voucher ongkir tambahan khusus bagi pengguna yang memakai pembayaran via  ShopeePay. 


BACA JUGA : 3 Cara Saya Mendapatkan Gratis Ongkir Shopee Jika Voucher Sudah Habis


Saat ini Shopee memberikan voucher free ongkir ini berdasarkan metode pembayaran yang dipilih. Secara umum ada dua pilihan yaitu voucher gratis biaya kirim untuk semua cara pembayaran dan voucher free biaya pengiriman spesial pembayaran ShopeePay. Kedua pembagian atau pilihan ini memiliki jumlah voucher berbeda. 


Jika membayar pakai ShopeePay, Shopee akan memberikan jumlah voucher double dan tambahan seperti gratis ongkir XTRA. Misalnya, sebelum memakai layanan ini, saya hanya bisa memiliki 2 voucher free ongkir. Setelah memakai ShopeePay, saya bisa mendapatkan hingga 4-6 voucher free biaya ekspedisi. 



2. Saya lebih sering dapat cashback, hampir setiap kali belanja 


Kalau pembayaran lain mungkin hanya dapat diskon toko yang frekuensinya jarang sekali  alias untung-untungan. Dulu sih pernah ada cashback tetapi beberapa waktu terakhir saya belum pernah menjumpai. Mungkin karena saya sudah beralih dari metode pembayaran transfer biasa ke ShopeePay. 


Namun, faktanya sejak memakai ShopeePay selalu saja ada promo cashback yang bisa saya dapatkan. Bahkan hampir setiap belanja saya bisa mendapatkan cashback ke koin Shopee saya. Jumlahnya beragam tergantung berapa % cashback pada hari itu dan berbanding dengan berapa total nominal belanja saya. 


Rata-rata mulai dari 1 %, 2 %, 3 %, 5 %, 7 % dan tertinggi 10 % yang pernah saya jumpai. Selama bulan Desember 2020 ini, saya sudah belanja 10 kali di Shopee yaitu membeli pulsa Telkomsel, Token listrik, jaring paranet, cincin emas, anting emas, sepatu futsal, sepatu sneaker dan terakhir tas ransel. 


Setiap belanja saya dapat cashback koin mulai dari Rp 1.000 hingga paling besar Rp 30.000. Kalau ditotal, selama Desember ini saya mendapatkan keuntungan sebesar Rp 66.750. Lumayan sekali untuk ibu rumah tangga yang sedang berusaha mengelola keuangan dan mencari belanja murah. 


BACA JUGA :  16 Trik, Tips dan Cara Belanja Murah di Shopee 



3. Biaya transfer lebih murah dan bebas biaya penanganan  


Selama menggunakan tranfer bank untuk pembayaran, umumnya saya ada yang dikenakan biaya dan ada yang tidak. Kalau banknya sama, tidak dikenakan biaya transfer. Akan tetapi, kalau bank berbeda rata-rata dikenakan biaya transfer Rp 6.500. Kalau memilih pembayaran via Indomaret atau Alfamart akan dikenakan biaya sebesar Rp 2.500/transaksi. 


Sementara itu, biaya top up atau isi saldo dari transfer bank ke ShopeePay ini biasanya hanya dikenakan Rp 1.000/transaksi. Sementara itu, untuk belanja menggunakan saldo ShopeePay tidak ada biaya atau bebas biaya penanganan. Biaya Rp 1.000/transaksi saat mengisi ShopeePay ini masih bisa dikurangi dengan cara cukup sekali top up dalam sebulan. 


Biasanya saya mau belanja pada bulan Desember 2020 sebanyak 10 transaksi. Maka sebelum mengisi saldo ShopeePay, biasanya saya buat list daftar belanjaan dulu beserta total harga setelah subsisi ongkos kirim. Kemudian saya jumlahkan keseluruhan. Misalnya, semuanya Rp 500.000. Maka saya akan transfer ke ShopeePay Rp 500.000 kemudian saya jadikan untuk membayar 10 kali belanja. 


Jadi, untuk 10 transaksi, saya hanya perlu membayar Rp 1.000 saja biaya top up saldo ShopeePay dari bank. Bayangkan, kalau saya top up atau mengisi saldo dulu setiap kali belanja. Maka, 10 kali belanja biaya top up menjadi Rp 10.000. Biaya ini memang tergolong lebih murah dibandingkan belanja menggunakan pembayaran transfer antar bank atau Indomaret dan Alfamart. 


Namun, sekali lagi saya ibu yang sedang belajar mengelola keuangan rumah tangga. Ya begitulah, saya mulai sering hitung-hitungan untung rugi biar lebih banyak menabung. Mencari trik bagaimana supaya belanja hemat dan pengeluaran minim menjadi tantangan bagi saya sendiri. 



BACA JUGA :  [ Tantangan Pribadi ] Memangkas & Menghemat Pengeluaran Popok Sekali Pakai



4. Lebih hemat waktu, top up sekali bisa belanja berkali-kali


Selain hemat dan lebih murah dari segi biaya administrasi, pembayaran menggunakan ShopeePay menurut saya juga lebih hemat waktu. Jika menggunakan metode transfer bank, maka setiap transaksi harus dibuat dulu masing-masingnya. Harus login ke mobile banking dan mengisi rincian pembayaran. Atau datang langsung ATM setiap kali belanja, rasanya ribet saja. Tidak efisien dari waktu dan tenaga. 


Selama pakai ShopeePay, saya bisa 1 kali saja transfer top up saldo kemudian belanjanya berkali-kali. Hanya sekali membuka mobile banking untuk mengisi ShopeePay. Uang saya ditampung sementara disana sambil menunggu pembayaran belanja selanjutnya. Setelah pesanan masuk keranjang belanja, saya tinggal lanjut ke pembayaran dan input PIN ShopeePay. Begitulah setiap kali belanja hingga daftar kebutuhan yang mau saya beli selesai. Jadi, lebih praktis dan cepat prosesnya. 


Sebagaimana yang saya singgung sebelumnya, untuk mendapatkan pengalaman yang hemat waktu seperti ini saya membuat list daftar belanja 1 bulan dulu dan menjumlahkan berapa totalnya. Saya isi saldo ShopeePay sesuai total keseluruhan belanja tersebut. Makanya, jadi satu kali transfer saja. Jika teman-teman tidak top up saldo ShopeePay berdasarkan total rencana belanjaan bulanan, ya sama saja seperti pembayaran manual biasanya. Perlu transfer ShopeePay setiap kali membeli dan tentu menjadi tidak hemat waktu. 



5. Sering dapat penawaran khusus atau hot deal


Sesuai dengan namanya, ShopeePay adalah sejenis alat pembayaran elektronik yang dimiliki oleh Shopee untuk para pengguna yang belanja di aplikasinya. Berhubung fitur ini milik Shopee sendiri, tentu saja Shopee lebih sering menawarkan berbagai promo khusus. Para pembeli yang menggunakan metode pembayaran ShopeePay akan diberikan semacam reward spesial sehingga makin loyal belanja. 


Ada menu "deals di sekitarmu" pada halaman home Shopee bagian atas yang bisa dinikmati pengguna. Selain itu, juga ada promo ShopeePayDay yang bekerjasama dengan merchant-merchant terkemuka seperti KFC, Alfamart, Burger King, Circle K dan masih banyak lagi. Disamping itu, juga tersedia voucher cashback tambahan atau spesial seperti cashback Xtra. Semua voucher promo tersebut khusus bagi yang memakai ShopeePay. 



BACA JUGA : 4 Tips dan Cara Mendapatkan Harga 99 Rupiah di Shopee



6. Lebih mudah jika ada pengembalian dana


Terkadang ada beberapa kejadian yang tidak terduga dimana penjual mengembalikan sebagian dana pembelian. Misalnya, ada beberapa item barang yang dipesan ternyata kosong sehingga hanya produk yang tersedia yang akan dikirimkan. Dalam hal ini, biasanya ada dua pilihan yang dilakukan penjual yaitu memasukkan sisa kembalian uang bersama produk ke dalam sebuah paket. Kalau dananya kecil, mungkin tidak masalah ya. 


Bagaimana kalau uang yang perlu dikembalikan dalam jumlah besar? Tentu agak beresiko jika dimasukkan dalam amplod bersama paket yang dikirim via ekspedisi. Beberapa seller kadang menghubungi pembeli via chat untuk meminta nomor rekening agar bisa mengembalikan uang tersebut. Masalahnya, kalau dana dikembalikan ke rekening padahal teman-teman masih berniat belanja lagi, mau tidak mau harus mengisi top up saldo ShopeePay kembali atau transfer pembayaran baru kembali. 


Akan berbeda halnya kalau sisa dana pembelian tersebut dikembalikan ke akun ShopeePay. Tidak perlu memberikan nomor rekening ke penjual dan tidak perlu juga transfer ulang jika mau lanjut belanja. Pengguna tinggal belanja berikutnya menggunakan saldo ShopeePay yang ada. Ini lebih praktis dan ekonomis. 



7. Top up dan penarikan ke rekening lebih cepat


Proses top up ShopeePay juga tergolong lebih cepat terbaca oleh sistem. Tidak sampai 5 menit, transferan untuk isi saldo masuk ke ShopeePay dan langsung bisa digunakan untuk transaksi. Tidak perlu menunggu lama. Kalau mengisi ulang saldo saya sudah sering, bisa dibilang hampir setiap bulan dalam 2 tahun terakhir. Alhamdulillah tidak pernah terlambat masuk atau pun ditangguhkan, 100 % sukses semua transaksi top up nya. Asalkan kode atau nomor untuk transfernya benar, maka prosesnya singkat dan lancar. 


Oya, kalau untuk penarikan saldo ShopeePay ke rekening, saya baru bulan ini mencoba pertama kali. Selama ini, dana saya yang tinggal di ShopeePay tidak banyak. Palingan beberapa ribu saja, rata-rata Rp 1.000- Rp 10.000. Saya memang sengaja mengisi saldo sesuai jumlah belanja saja. Namun, kemaren ada kejadian dimana terjadi diskomunikasi antara saya dan suami mengenai jumlah top up sehingga saldo melebihi keperluan. 


Berhubung ada kebutuhan lain, mau tidak mau saldo ShopeePay tersebut kami transfer ke rekening kembali. Pertama saya diharuskan mendaftarkan nomor rekening untuk transfer tersebut terlebih dahulu kemudian ada proses verifikasi. Setelah lulus verifikasi, maka dana sudah bisa ditransfer. Diinfokan kalau proses ini membutuhkan waktu 1-3 hari kerja. Ternyata dalam hitungan menit transfernya sudah berhasil dan sama sekali tidak dikenakan biaya.  



Kelemahan dan Kekurangan ShopeePay


Pada tulisan di atas, saya mengupas tentang manfaat dan keuntungan yang saya rasakan sejak bergabung menggunakan ShopeePay. Tidak adil kalau hanya bicara manfaat saja. Oleh karena itu, disini saya akan berbagi pengalaman mengenai kelemahan atau kekurangan ShopeePay. Ini sesuai pengalaman ya, mungkin saja berbeda dengan konsumen lain. Secara umum, kekurangan yang saya rasakan tidaklah terlalu menonjol. Bisa dibilang lebih banyak kemudahan dibanding kelemahannya. Hanya ada beberapa hal yang menjadi catatan bagi saya yaitu : 


1. Kalau kurang cermat saldo jadi mengendap


Faktor utama yang membuat saya belum yakin beralih metode pembayaran ke ShopeePay dulu adalah karena khawatir dana saya mengendap. Biasalah konsumen dengan dompet pas-pasan sehingga belanja kudu sesuai dengan anggaran. Masalahnya itu, dalam sebulan dulu saya tidak pasti mau belanja apa saja dan berapa. Juga saya belum fasih soal subsidi ongkos kirim. Jadi, ketika top up saldo takut meleset melebihi nominal yang dibutuhkan. 


Ada masalah, ada solusinya. Beberapa bulan kemudian, saya menemukan strategi bagaimana agar top up saldo ShopeePay saya pas. Tidak kurang dan tidak berlebih. Boleh berlebih tapi hanya beberapa ribu saja untuk antisipasi kalau terjadi perubahan harga jasa kirim. Tidak lebih dari Rp.10.000. Maklumlah, daripada dana mengendap di ShopeePay, saya lebih senang memakai buat belanja kebutuhan rumah tangga. 


2. Agak repot bagi yang sesekali belanja atau belanja tanpa rencana


Saya mendapatkan manfaat dari ShopeePay karena saya membuat perencanaan belanja bulanan yang tertata dengan baik. Misalnya, tagihan listrik, paket data internet Telkomsel, baju anak dan lainnya. Berhubung sudah saya atur sedemikian rupa termasuk estimasi total biaya kirim, saya hanya perlu top up satu kali dan bisa belanja berkali-kali. Namun, kalau saya tidak biasa belanja bulanan di Shopee, maka akan terkesan sedikit repot. 


Begini, alur sederhana belanja online itu adalah buat transaksi - bayar. Namun, kalau pakai ShopeePay alurnya menjadi sedikit lebih panjang yaitu isi saldo- buat transaksi - bayar. Bagi konsumen pemula yang belanjanya sering dadakan tanpa rencana dan tidak langganan tetap di Shopee setiap bulan, mau tidak mau akan top up setiap akan belanja. Hal ini karena jarang sekali konsumen yang mau menaruh banyak saldo di dompet digital bila rencana belanja tidak pasti kedepannya. Orang-orang cenderung menyediakan uang sesuai jumlah pembayaran. 


***


Demikianlah keuntungan dan kekurangan ShopeePay yang saya rasakan selama ini . Oya, fitur lain yang sering ditanyakan juga adalah ShopeePayLater. Kedua hal ini berbeda. Oleh karena itu, saya mengulas kelebihan dan kekurangan ShopeePayLater di artikel terpisah.

Subscribe to receive free email updates: