Bagaimana Cara Memulai Investasi Saham? Ini 7 Langkah Wajib Untuk Pemula


Ada yang bertanya investasi saham itu seperti apa sih? Terus bagaimana cara memulai investasi saham? Kedua pertanyaan ini juga pernah muncul di pikiran saya sekitar 2 tahun yang lalu. Saat saya berada di titik 0 dalam dunia investasi saham. Tak terasa sudah 2 tahun saja saya belajar menjadi investor pasar modal dan melakukan praktik jual beli saham. 

Saham itu seperti apa sih? Secara sederhana, saham adalah surat bukti kepemilikan. Tidak jauh berbeda dengan surat kepemilikan seperti surat kepemilikan kendaraan, tanah, rumah dan lainnya. Jika motor, rumah dan tanah berupa benda benda fisik. Maka pada saham adalah bukti kepemilikan terhadap sebuah perusahaan bahwa seseorang tercatat sebagai bagian dari pemilik modal disana. 

Setiap jual beli saham ada bukti dan catatannya. Jika teman-teman membuka akun saham secara online, maka bukti kepemilikan dan pembelian saham dalam bentuk file atau e-paper yang bisa diprint out kapan saja. Nah, sekarang bagaimana cara memulai investasi saham? Bagi teman-teman yang masih bingung, dibawah ini saya sharing informasi step by step dari awal hingga akhir. Langkah-langkah ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya masuk ke pasar saham dari dulu hingga sekarang.


Langkah 1 : Miliki Ilmu Dasar 

Sebelum praktik jual beli saham, tahap awal seseorang wajib belajar dulu segala hal tentang saham itu sendiri. Saya sangat tidak menyarankan teman-teman membeli dan menjual saham dalam keadaan belum memiliki ilmu tentang saham. Soalnya segala tindakan ada resiko yang menyertainya. Minimalnya pengetahuan dasar dan penting terkait saham. 

Apapun bisa dipelajari asalkan ada kemauan dan kesungguhan. Belajar investasi saham terbuka untuk siapa saja, tidak mesti mereka yang punya latar belakang pendidikan ekonomi, keuangan dan akuntansi. Secara umum, ada 3 level investor dalam dunia saham yaitu beginner, intermediate dan advance. Untuk naik level tentunya ilmunya harus diperdalam lagi dan butuh banyak latihan.

Saya sendiri selama kuliah dan kerja tidak pernah mendengar saham. Baru mengenal saham pada usia 35 tahun. Berhubung saya penasaran dan punya ketertarikan tinggi, saya putuskan belajar saham sekitar 6 bulan dulu sebelum membuka akun saham. Saya menimba ilmu tentang saham dengan membaca berbagai buku dan tutorial. Setelah yakin dan punya pegangan ilmu, barulah saya praktik jual beli saham. Meski sudah bisa membeli, menjual saham dan mencicipi capital gain maupun dividen, saya masih terus memperdalam ilmu dengan ikut kelas saham dan seminar investasi saham.


Langkah 2 : Lakukan Riset Saham Potensial

Tidak cukup hanya mengetahui tentang dunia saham, seseorang dituntut untuk melakukan riset. Terutama tentang saham-saham yang memiliki fundamental bagus dan prospek cerah. Membeli sesuatu secara membabi buta itu sangat berbahaya baik dari segi keuangan maupun mental. Tentunya kita tidak mau membeli kucing dalam karung bukan?

Oleh karena itu penelitian itu sangat penting khususnya bagaimana menemukan saham bagus yang harganya sedang murah atau turun. Kapan waktu yang tepat untuk membeli dan kapan waktu yang tepat untuk menjual. Semuanya butuh riset. Tak heran jika masing-masing sekuritas memiliki researcher sendiri. Begitu juga dengan media yang setiap hari memberitakan analisis saham dari para analis.

Oya, saya tergelitik dengan pertanyaan gimana sih caranya main saham? Perlu diketahui, saham itu salah satu produk investasi di pasar modal, jadi harus dipelajari dengan serius. Kalau main saham itu salah kaprah. Bahkan saat seseorang sudah melakukan riset sedemikian rupa kadang hasilnya masih jauh dari harapan bahkan gagal. Bagaimana jika tanpa adanya analisis dan riset. Pasti persentase kerugian dan kegagalannya jauh lebih besar lagi.


Langkah 3 : Tentukan dan Pilih Sekuritas 

Setelah memiliki pengetahuan dan melakukan riset awal, langkah selanjutnya adalah memilih perusahaan sekuritas. Apa itu perusahaan sekuritas? Sebuah perusahaan yang menjadi perantara atau broker di pasar modal. Ada banyak perusahaan sekuritas di tanah air. Secara umum dibagi 2 yaitu konvensional dan syariah. Nah, tentunya pilihan ada ditanganmu sendiri.

Cobalah bandingkan dulu sekuritas yang satu dengan sekuritas lain karena masing-masing berbeda tata cara pendaftaran, syarat, ketentuan hingga fee jual beli. Bagi pemula yang masuk ke pasar saham dengan modal terbatas, juga penting memperhatikan minimal setoran awal setiap sekuritas. Sebab, ada yang menetapkan deposit jutaan hingga puluhan juta. Sebaliknya, ada juga yang tanpa deposit.

Untuk memantapkan pilihan pada satu sekuritas, teman-teman pemula bisa membaca review pengguna. Salah satu caranya adalah dengan melihat langsung aplikasinya di Google Playstore. Disana juga sudah ada informasi rating aplikasi, jumlah pengunduh, review hingga fitur-fitur yang disediakan. Saya dulu suka kepoin beberapa aplikasi saham mana yang ratingnya bagus dan terbanyak didownload. 

Nah, ada yang nanya lagi beli saham di aplikasi apa? Tergantung aplikasi pilihan kamu guys. Ada banyak aplikasi saham yang tersedia, tinggal kamu pilihnya yang mana. Oya, sekedar informasi aplikasi saham biasanya dimiliki oleh perusahaan sekuritas. Misalnya ada Indopremier, Mirae Asset Sekuritas, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas dan banyak lagi. Perusahaan sekuritas ini kadang menggunakan nama khusus untuk aplikasi mereka seperti Indopremier memiliki aplikasi bernama IPOT, Mandiri Sekuritas mempunyai aplikasi bernama MOST dan lainnya.


Langkah 4 :  Buat Akun Saham dan RDN

Jika sudah menjatuhkan pilihan dan mantap dengan sebuah perusahaan sekuritas beserta aplikasinya, langkah selanjutnya adalah membuat akun saham dan membuat rekening dana nasabah. Pastikan teman-teman sudah membaca tata cara pendaftaran di sekuritas tujuan. Apakah bisa mendaftar secara online saja, harus offline datang ke kantor langsung atau malah gabungan antara keduanya. Yup, ada sekuritas yang pendaftarannya bisa online tetapi sebagian proses dilakukan secara offline.

Kalau bingung cobalah buka official website sekuritas pilihan kamu. Biasanya informasinya sudah disediakan secara lengkap tentang tahapan pendaftaran. Bahkan beberapa sekuritas ada yang punya chanel Youtube dan disana terdapat video tutorial yang bisa teman-teman tonton. 

Singkat cerita, setelah menyelesaikan semua proses pendaftaran. Maka akan ada pemberitahuan kalau akun kamu sudah sukses dan berhasil diterima. Dalam waktu bersamaan biasanya juga akan diberikan informasi terkait rekening dana nasabah kamu. Kalau sudah sampai di tahap ini berarti teman-teman sudah terdaftar dan akunnya sudah ready untuk digunakan.


Langkah 5 :  Transfer Uang ke RDN 

Setelah akun saham jadi dan punya rekening dana nasabah, tahap selanjutnya adalah melakukan transfer sejumlah dana ke rekening saham tadi. Rekening Dana Nasabah atau biasa disingkat dengan RDN merupakan rekening khusus yang berfungsi menampung uang untuk jual beli saham. So, kalau berencana membeli saham otomatis RDN nya harus diisi dulu. Sebaliknya, jika mau mencairkan hasil penjualan saham, maka perlu melakukan penarikan sejumlah dana di RDN. 

Mungkin teman-teman pemula jadi bingung, bagusnya mau isi RDN berapa ya? Jika pihak sekuritas menetapkan minimal deposit awal, maka uang yang harus ditransfer ke RDN sesuai jumlah yang ditentukan tersebut. Namun, jika tidak ada minimal deposit, maka jumlah transfer tergantung teman-teman sendiri. Alangkah baiknya sebelum transfer modal ke RDN, teman-teman sudah punya gambaran mau beli saham apa dan berapa jumlahnya. Pada postingan berbeda saya sudah menjawab berapa modal awal untuk investasi saham secara rinci. Teman-teman bisa membacanya lebih lanjut.


Langkah 6 :  Saatnya Beli Saham Incaran

Jika RDN kamu sudah ada uang yang bakal digunakan untuk modal awal investasi, kini saatnya membeli saham pertamamu. Seperti yang saya bilang tadi, alangkah bagusnya jauh-jauh hari teman-teman sudah punya watch list sendiri, punya daftar saham favorit dan dimasukkan dalam list pantauan.

Sudah punya modal yang ready digunakan di RDN tidak serta merta wajib langsung beli saham perdana lho.Teman-teman bisa mencari momen yang tepat untuk membeli misalnya menunggu harga turun dulu. Namun, kalau mau beli langsung di harga berapapun juga tidak masalah sih. Hanya saja kalau membeli di harga lebih murah tentunya persentase keuntungan akan lebih besar nantinya. Nah, cara membeli saham bisa melihat tutotial di aplikasi saham pilihan kamu ya. Jika masih bingung, kamu bisa mempelajari fitur-fitur yang ada dulu sebelum action.


Langkah 7 : Pantau Secara Berkala

Yeay, selamat jika kamu sudah sampai pada tahap telah berhasil membeli saham. Jika sudah punya saham artinya teman-teman sudah resmi menjadi investor di pasar modal. Sebagai pemula, maka perjuangan belumlah berhenti sampai disini. Saham-saham yang telah dibeli perlu dipantau dari waktu ke waktu. Seseorang tidak akan mengetahui sahamnya sudah naik jika tidak memantau pergerakan harga.

Walaupun kamu berniat investasi saham untuk jangka menengah maupun jangka panjang, lebih baik akun sahamnya tetap sesekali diintip. Tidak dibiarkan berjalan sendiri. Misalnya dicek sekali sebulan atau sekali 3 bulan. Mana tahu mengalami kenaikan signifikan dan sudah sesuai dengan harapan kamu. Atau sebaliknya, ternyata terjadi penurunan harga sehingga kamu bisa menambah pembelian di harga lebih rendah.

Termasuk kalau kamu ingin menjadi swing trader. Ini mah harus lebih rajin memantau pergerakan harga, bisa dicek setiap hari bursa buka. Apalagi kalau jadi day trader dan scalper, benar-benar harus memantau secara full time. Tidak lagi dicek harian melainkan dari detik ke detik, menit ke menit dan jam ke jam.
 

***

Nah, itulah tahap demi tahap bagaimana cara memulai investasi saham. Step by step ini saya susun berdasarkan proses yang pernah saya lalui sendiri atau dari pengalaman personal. So, tidak terlepas dari pandangan pribadi saya. Tahapan di atas tidak bersifat mutlak melainkan fleksibel, masih bisa disesuaikan. Tak heran, teman-teman mungkin akan menemukan tahapan yang sedikit berbeda dengan investor lainnya. 

Misalnya, ada yang langsung menyarankan membuat akun saham di tahap pertama. Atau ada yang mengisi RDN dulu baru mikirin mau beli saham apa. Nah, ini tergantung prinsip dan style setiap investor sih. Kalau saya tipenya, harus punya pegangan ilmu dasar dulu baru praktik. Bukan praktik dulu kemudian baru belajar. Setelah punya ilmu, saya baru praktik jual beli saham. Tentunya sambil praktik saya terus learning by doing, mengasah dan meningkatkan keahlian investasi di pasar modal.[]