Pengalaman Lupa PIN Tabungan Emas Pegadaian Digital, Cara dan Tips Mengurusnya



Saya membuat akun tabungan emas pegadaian sekitar bulan April 2021. Tujuan pembuatannya untuk perbandingan beberapa instrumen investasi. Yah, kurang lebih semacam untuk uji cobalah. Jadi, jumlah uang yang saya alokasikan tidak banyak. Saya melakukan pembelian di awal saja setelah itu sudah tidak ada transaksi lagi. Saya ingin melihat setelah beberapa bulan seperti apa pertumbuhan investasi emas tersebut. Eh, berbagai kesibukan sehari-hari ternyata malah membuat saya lupa kalau saya memiliki tabungan emas di pegadaian. Bukannya saya kaya dan tidak membutuhkan uangnya, tapi memang murni untuk riset. 

Nah, awalnya itu saya mendaftar tabungan emas pegadaian secara online melalui pegadaian digital service. Prosesnya sangat mudah sekali, hanya beberapa klik saja saya sudah punya akun dan bisa membeli emas. Ternyata akun ini hanya bisa untuk membeli saja. Tidak bisa untuk menikmati layanan lain seperti menjual, gadai maupun transaksi seperti pembayaran-pembayaran tagihan. Oleh karena itu, saya mencoba mengajukan upgrage ke akun premium secara online tetapi terus ditolak. Akhirnya saya mengunjungi kantor cabang terdekat dan berhasil melakukan upgrade akun. Pada kesempatan tersebut sekalian saya juga mendapatkan PIN untuk transaksi.


Akibat Terburu-Buru dan Kurang Konsentrasi

Saya masih ingat betul, saya melakukan upgrade akun setelah pulang dari rumah sakit. Maksudnya sekali jalan saja karena antara kantor pegadaian dan rumah sakit satu arah. Saya mendatangi kantor tersebut sambil menggendong seorang bayi dan bersama suami. Pada saat itu juga lagi hebohnya pandemi covid dan terjadi pembatasan sosial dimana-mana. Nah, pada saat proses upgrade akun dan pembuatan PIN, anak saya yang masih berusia 2 tahun sedikit rewel. Selain itu, saya datang ke kantor pegadaian juga terburu-buru. Tidak dalam keadaan tenang dan santai. 

Ketika disuruh membuat PIN, saya malah blank. Sempat berpikir keras. Waduuh, mau buat kombinasi PIN apa ya? Berhubung saya tipenya kurang enakan dan tidak mau customer service pegadaian terlalu lama menunggu apalagi masih ada orang yang mengantri, akhirnya saya membuat PIN dengan mengkombinasikan antara jam pada saat itu dan tanggal. Setelah beberapa saat, PIN pun jadi dan ready untuk digunakan. Saya pun pulang ke rumah.

Beberapa bulan kemudian, saya membutuhkan uang dan berniat untuk menjual saldo tabungan emas pegadaian yang ada. Pas saya klik mau jual melalui akun, eh diminta PIN. Saya pun dibuat kebingungan dan kelabakan mencari dimana PIN saya berada. Ternyata pada saat membuat PIN tersebut, saya hanya menghafal saja dan tidak mencatat di suatu tempat. Saya cari-cari diberbagai catatan tidak ada ketemu. Kesibukan sehari-hari tidak hanya membuat saya sempat lupa memiliki tabungan emas tetapi juga sudah tidak ingat dengan PIN tabungan tersebut. 


Pengurusan PIN Baru Yang Sedikit Melelahkan

Saya rasanya sangat jengkel atas keteledoran saya ini. Jika sekiranya saya mencatat di sebuah buku tentu semua transaksi bisa berjalan lancar. Saya tidak perlu membuang waktu dan tenaga. Awalnya, saya berpikir karena akun tabungannya dibuat secara online maka ketika lupa PIN juga bisa diurus secara online. Nah, mayoritas akun-akun yang sudah go online kan bisa kita ganti PIN online juga. Lagian saya lihat video di Youtube katanya mereka bisa membuat PIN baru melalui pegadaian digital service. 

Setelah saya coba, memang ada halaman khusus PIN dan lupa PIN. Namun, ketika saya klik selalu tidak bisa alias bermasalah. Saya disuruh datang langsung ke kantor cabang terdekat. Saya pikir masak ngurus PIN saja harus datang ke kantor, sangat tidak efisien dan efektif. Saya pun bertanya pada teman saya yang kebetulan bekerja di pegadaian. Katanya kalau lupa PIN memang harus mengurus secara langsung di kantor cabang terdekat. Saya lemas setelah mendengar jawabannya guys. Paling malas soalnya datang ke kantor-kantor, bank dan sejenisnya. Malas ngantri. 

Berhubung saya memang lagi butuh uang dan berniat menjual saldo emasnya, mau tidak mau harus semangat. So, akhirnya mendatangi kantor pegadaian dan mengurus PIN baru. Namun, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Terjadi hambatan dan masalah sehingga PIN barunya belum saya dapatkan. Pada proses penggantian PIN itu, ada kode OTP yang akan masuk ke nomor handphone yang didaftarkan di awal pembuatan akun. Nah, disini masalahnya. 

Entah mengapa kode OTP tersebut tidak kunjung masuk. Padahal hapenya juga ada pulsa. Sudah menunggu beberapa saat juga tidak ada notifikasi. Bahkan di customer service sampai menelpon temannya menanyakan bagaimana solusinya. Namun, juga tidak membuahkan hasil. Memang diperlukan kode OTP tersebut tetapi ya tidak masuk-masuk. Akhirnya, ya batal dan gagal deh pada saat itu. Saya dituntut harus datang sekali lagi buat mengurusnya. Rasanya gara-gara lupa PIN kok waktu dan tenaga saya terkuras ya. Tidak hanya sekali tapi sampai dua kali. Kalau ingat kejadian ini, rasanya masih jengkel dan tidak tahu jengkel sama siapa 😀


Tips Mengurus Jika Kamu Juga Lupa PIN 

- Siapkan PIN baru dari rumah. Saran pertama yang sangat direkomendasikan adalah membuat PIN terlebih dahulu di rumah. Jadi, sebelum berangkat ke kantor pegadaian, kamu sudah punya siap sedia. Tidak perlu mikir-mikir lagi saat di lokasi dan biar prosesnya juga tidak pakai lama. Ini terutama bagi yang suka bingung dan ragu-ragu mikir bagusnya menggunakan kombinasi apa. 

- Amankan PIN baru. Jika PIN yang telah kamu siapkan tadi berhasil digunakan pada saat proses penggantian PIN baru, maka sebaiknya langsung disimpan di tempat yang aman. Misalnya, di catatan kecil yang berisi daftar pasword dan sandi-sandi akun kamu. Bukan ngapain? Kalau dihafal, awalnya mungkin masih ingat. Lama-lama bisa lupa apalagi kalau akun pegadaiannya jarang dibuka. Kalau PIN ATM mungkin bisa hafal tanpa dicatat karena sering digunakan. Juga hindari menyimpan di hape supaya tidak disalahgunakan oleh oknum karena akhir-akhir ini marak penipuan melalui cloning hape. 

- Bawa hape yang ada aplikasi pegadaian digitalnya. Ini sering dilupakan oleh sebagian orang. Termasuk saya dulu juga pernah mengalaminya. Hapenya kebetulan terbawa tetapi aplikasinya sudah dihapus. Ya, mau tidak mau harus install aplikasinya dulu baru bisa diproses. Tips ini sangat perlu diperhatikan oleh kamu yang memakai dua hape berbeda. Misalnya, untuk OTP hanya memakai hape biasa saja. Kemudian untuk aplikasi pakai android. Pada saat mengurus PIN baru, pastikan kamu membawa kedua hape tersebut. 

- Pastikan hape ada pulsa untuk menerima OTP. Ini untuk berjaga-jaga saja. Di lapangan, biasanya verifikasi OTP ada yang tidak membebankan pulsa kepada telepon kita dan ada yang memotong pulsa. Saya pernah mengalami kejadian yang kurang menyenangkan terkait hal ini. Pada suatu ketika saya mengurus akun rekening di sebuah bank, namun notifikasi tidak kunjung masuk. Ternyata, hapenya tidak ada pulsa. Jadi harus diisi dulu baru mendapatkan pemberitahuan. Saya pun dibuat kelabakan harus membeli pulsa dulu baru kemudian bisa melanjutkan proses pengurusan. 

- Bawa identitas diri. Mau mengurus apapun ke kantor manapun, wajib selalu siap sedia indentitas diri terutama KTP. Mau diminta atau tidak yang penting sudah disiapkan. Terkadang ada cs yang lupa menanyakan perihal identitas pribadi, terkadang ada yang langsung meminta saat baru datang. Jika kamu memiliki buku tabungan emas, maka tidak ada salahnya juga dibawa serta. Apalagi kalau rumah jauh dari kantor pegadaian, biar tidak wira wiri menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sebenarnya simpel. 


***

Nah, demikianlah pengalaman saya lupa PIN Tabungan Emas Pegadaian Digital dan proses mengurusnya. Saya berharap teman-teman tidak mengalami kejadian seperti yang saya alami diatas. Namun, jika teman-teman sudah terlanjur lupa dengan PIN maupun mengalami PIN yang terblokir, mau tidak mau ya harus datang langsung ke kantor pegadaian terdekat. Nah, semoga pengalaman diatas dapat diambil hikmahnya dan bermanfaat buat teman-teman semuanya dimana pun berada.[]