Investasi Apa Yang Cocok Bagi Pemula? Berdasarkan Pengalaman Saya


Investasi apa yang cocok untuk pemula? Ini merupakan salah satu pertanyaan yang persis muncul dipikiran saya beberapa tahun yang lalu. Mungkin tidak hanya saya saja, diluar sana juga banyak orang yang melontarkan pertanyaan yang sama. Untuk menemukan jawabannya, saya pernah melakukan riset pada tahun 2021 tentang beberapa instrumen investasi diantaranya saham, reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap dan tabungan emas. 

Pertanyaan investasi apa yang cocok untuk pemula ini bisa saja muncul lantaran seseorang kebingungan. Gelisah karena saat ini banyak beredar tawaran-tawaran investasi yang menggiurkan dan viral dimana-mana. Ada yang bilang investasi ini sangat menguntungkan, terus ada juga yang bilang investasi itu paling potensial. Yah, para pemula jadi ragu deh mau mulai investasi dari mana. 

Dari riset yang saya singgung tadi, saya sudah memiliki kesimpulan sendiri yang bisa jadi pelajaran dan pegangan saya sendiri hingga sekarang. Nah, disini saya ingin sharing hasil uji coba saya tersebut. Saya perlu waktu berbulan-bulan untuk mempelajarinya dilengkapi trial dan error. Tidak hanya itu, saya juga mengalokan dana dalam mencoba keempat instrumen investasi tersebut. Berikut urutan investasi yang cocok untuk pemula menurut pengalaman saya :


1. Investasi Emas Baik Fisik Maupun Emas Digital

Saat saya masih minim sekali pengalaman investasi, maka pilihan pertama yang paling cocok menurut saya adalah dengan menabung emas. Sebab, emas sangat mudah dijual. Jenis investasi ini sudah dilakukan secara turun temurun di tengah masyarakat dari dulu. Bahkan tanpa literasi finansial yang memadai pun, orang zaman dahulu menyadari bahwa menabung emas merupakan investasi paling mudah untuk dilakukan sekaligus menguntungkan. Umumnya orang membeli emas fisik dalam bentuk perhiasan sesuai dengan slogan berhias sambil menabung.
 
Namun, beberapa tahun terakhir terjadi perubahan dalam investasi emas. Misalnya orang cenderung membeli emas batangan atau logam mulia karena emas perhiasan dinilai mudah rusak karena pemakaian sehingga nilainya berkurang saat penjualan. Tak hanya itu, saat ini juga tersedia tabungan emas digital sehingga sudah tidak perlu khawatir menyimpan emas di rumah. Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan yang populer dengan produk tabungan emas

Bagi saya, investasi emas sangat cocok untuk pemula karena selain memberikan keuntungan juga sebagai penyimpan kekayaan terutama bagi yang susah menabung. Menabung emas dapat dijadikan solusi untuk menyelamatkan uang dari sikap boros. Jika nanti harga emas naik dan mendapatkan laba dari selisih harga beli dan jual, maka itu merupakan sebuah bonus dan keberuntungan. Perlu diketahui bahwa emas dikenal dengan julukan safe haven yaitu sebagai penyelamat harta seseorang dari penurunan nilai karena harga emas cenderung sejalan dengan tingkat inflasi.    


2. Investasi Reksadana Pasar Uang

Investasi yang cocok untuk pemula selanjutnya adalah reksadana pasar uang. Sebab merupakan salah satu instrumen investasi yang terkenal dengan resiko paling rendah dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya. Sejauh ini, dikenal ada 4 jenis reksadana yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap atau obligasi, reksadana campuran dan reksadana saham. Sebagai pemula, tentu lebih bijak jika memulai dari yang paling rendah dulu. Soalnya, para pemula atau orang yang masih awam cenderung menginginkan investasi paling aman saja. 

Belum siap jika dihadapkan dengan kerugian dan kehilangan sebagian uang. Jika mental investor sudah terbentuk dengan kuat, barulah naik kelas atau pindah ke instrumen investasi lanjutan. Namanya investasi pasti ada resiko, tidak ada investasi yang tidak dibayangi oleh resiko tertentu. Bahkan menabung saja di bank pun juga ada resiko dan kadang membuat khawatir kehilangan. Oleh karena itu, para pemula lebih baik berinvestasi pada instrumen investasi yang tingkat resikonya lebih rendah. Salah satunya reksadana pasar uang ini. Namun, tentu harus melalui riset dulu mau beli reksadana apa dan dimana. 

Sebagai investasi yang resikonya paling rendah, maka otomatis tingkat return reksadana pasar uang juga paling rendah. Jangan kaget jika kamu menyimpan uang ratusan ribu, nilainya bertambah cuma ratusan perak saja. Atau saat kamu menabung reksadana pasar uang sekitar Rp 10.000.000 dan uangnya tumbuh beberapa ribu saja sekali sekian hari. Bisa dapat Rp 2.000, Rp 3.000 dan lainnya tergantung besaran modal dan berapa lama kamu menginvestasikannya.  Secara umum, makin besar modal dan makin lama jangka waktu investasi maka untung juga akan akan terlihat lebih besar. 


3. Investasi Reksadana Pendapatan Tetap

Jika reksadana pasar uang memiliki resiko paling rendah dan returnnya lebih lambat. Maka, investasi reksadana pendapatan tetap merupakan investasi tahap lanjutan dimana sedikit lebih besar returnnya dari reksadana pasar uang. Menurut saya, investasi jenis ini resikonya juga masih tergolong rendah. Oya, reksadana pendapatan tetap dikenal juga dengan sebutan reksadana obligasi. 

Pada reksadana obligasi berarti modal kamu akan diinvestasikan oleh manajer investasi pada obligasi atau surat utang. Nah, agar lebih aman lagi, sebaiknya para pemula memilih reksadana obligasi yang mayoritas diinvestasikan pada obligasi pemerintah. Mengapa demikian? Dari berbagai sumber yang saya baca, obligasi pemerintah hampir mustahil gagal bayar dan sejauh ini tidak pernah ada masalah dalam pengembalian. 

Itulah sebabnya mengapa sebagai pemula saya merasa lebih tenang jika berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap atau obligasi pemerintah. Sebab, obligasi swasta menurut saya potensi resiko gagal bayarnya lebih besar. Sebuah perusahaan swasta bisa saja pailit dan mengalami masalah lain sehingga tidak sanggup membayar utang. Sementara itu, kemungkinan negara akan bangkrut dan tidak mampu membayar hutang lebih kecil bahkan bisa dibilang mustahil.


4. Investasi Saham 

Investasi yang cocok untuk pemula selanjutnya adalah saham. Secara umum ada dua jalan yang bisa ditempuh yaitu dengan membeli reksadana saham atau membeli saham secara langsung. Apa bedanya? Pada reksadana saham, modal kamu akan diinvestasikan oleh manajer investasi pada saham-saham pilihan. Sebenarnya ini cocok untuk pemula yang tidak punya waktu untuk mempelajari saham lebih detail. Tinggal mempercayakan modal pada manajer investasi terbaik dan terpercaya saja.

Sementara itu, membeli saham secara langsung maka tanpa melalui manajer investasi. Disini kamu akan memiliki kendali penuh dalam memilih mau investasi di saham apa saja. Hanya saja kamu dituntut untuk memiliki ilmu dasar tentang saham dulu. Hal ini karena tidak semua saham yang memiliki prospek cerah. Saham dikenal sebagai investasi dengan resiko paling tinggi dan tingkat return paling tinggi pula. Jika melakukan investasi saham tanpa ilmu dan riset, maka potensi seseorang mengalami kerugian sangatlah besar.

Selain itu, yang saya maksud disini adalah investasi saham ya bukan trading. Trading saham dikenal sebagai cara mendapatkan keuntungan dalam waktu relatif singkat dan cepat tetapi tingkat resikonya pun jauh lebih besar lagi. Trading saham sangat tidak disarankan buat investor pemula sebab biasanya dilakukan oleh mereka yang sudah profesional dan ahli di bidangnya.


***

Nah, itulah daftar investasi yang cocok untuk pemula yang pernah saya coba sendiri di awal-awal saya belajar berinvestasi. Daftar diatas saya susun berdasarkan tingkat resikonya yaitu dimulai dari yang terendah hingga tinggi. Dulu saat saya belajar dari nol dan mencari referensi, keempat investasi tersebut sempat membuat saya ragu. Apalagi investasi saham dianggap lebih menakutkan untuk pemula karena resiko tingginya tadi.

Namun, sebagai investor pemula saya memiliki rasa penasaran yang tinggi. Keinginan yang kuat untuk terjun ke dunia saham bahkan saya siap kehilangan beberapa ratus ribu uang untuk praktik jual beli saham. Hitung-hitung sebagai biaya belajar dari pengalaman. Namun, saya membatasi sesuai dengan kesiapan saya sendiri. Sebagai pemula yang ingin praktik investasi, saya tidaklah langsung menaruh uang dalam jumlah besar melainkan menggunakan modal kecil dulu. 

Terakhir, pesan penting dari saya untuk teman-teman yang sedang mencari informasi investasi yang cocok untuk pemula. Jika ragu maka tinggalkanlah, jangan melakukan sesuatu yang teman-teman masih blank. Sesuatu butuh ilmu, begitu juga dengan investasi. Alangkah baiknya dipelajari dulu minimal dasar-dasarnya. Jika sangat tertarik investasi tapi pengetahuan minim dan ingin praktik langsung, maka gunakanlah uang dalam jumlah kecil. Bila mengalami kegagalan dan kerugian otomatis tidak begitu signifikan jumlahnya. 

Tidak menimbulkan kerugian besar yang bisa menganggu stabilitas keuangan teman-teman. Baik investasi emas, reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap dan saham sekarang sudah bisa dimulai dari ratusan ribu saja. So, kenapa tidak dimulai dari kecil dulu. Belajar investasi juga butuh proses dan bertahap. Jika teman-teman mulai paham dan mahir barulah modalnya ditingkatkan secara bertahap. []