Saya Kapok Banget Membeli Clodi Murah Meriah




Waduh, kalau ingat kejadian yang satu ini rasanya penuh penyesalan dan juga malu. Namun, tidak apalah buat diambil hikmah dan pelajaran. Mana tau berguna bagi ibu-ibu lain. Ceritanya bermula saat saya lagi hamil tua dan berencana membeli popok. Waktu itu baru pertama kali mendengar ada yang namanya clodi. Oleh karena merasa cocok dengan fungsi dan kelebihan popok kain modern ini tanpa pikir panjang langsung membeli clodi murah begitu saja. 



Tanpa Membandingkan Berbagai Merek


Kesalahan saya adalah membeli tanpa mencari informasi terlebih dahulu apa saja merek popok kain modern yang dijual di Indonesia. berapa range harga dan seperti apa karakteristik kualitas masing-masing.  Meskipun clodi memang memiliki kelebihan, tapi saya lupa bahwa clodi itu kan banyak sekali produsennya. Beda produsen sudah pasti beda material yang digunakan dalam pembuatan. Nah, hal ini yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Atas nama clodi, sudah yakin dibeli saja.


Pilihan saya langsung jatuh pada clodi murah. Berapa harganya? 


Hanya Rp.15.000 per set (sudah termasuk cover dan insert). Kalau mau nambah beli insert cukup bayar Rp.2.500. Awalnya sih saya sempat ragu. Apakah berkualitas dan akan berfungsi dengan baik. Secara harga begitu sebenarnya meragukan sekali.  Namun, setelah melihat sekilas dari foto, desain cover clodi tersebut begitu menarik. Begitu juga, jumlah penjualan per bulan yang lumayan banyak dan review pembeli lumayan baik dengan rating toko 4.7 dari 5.



Didorong faktor tersebut akhirnya saya bismillah dan mencoba untuk percaya membeli. Hasilnya clodi murah tersebut kualitasnya tidak sesuai harapan saya. Anehnya, walau kurang sreg, tetap saya coba pakaikan pada bayi.  Mungkin karena penasaran, baru pertama melihat clodi. 


1. Insert terbuat dari busa


Ini adalah pengalaman pertama memakai clodi yang tidak saya lupakan. Tengah malam bayi saya menangis. Begitu bangun, saya terkejut mendapatinya sudah basah kuyup. Bukan hanya bagian bawah yang basah tapi juga bagian perut, dada sampai punggung. Hal tersebut disebabkan insert clodi yang tidak menyerap air pipis sama sekali. Lapisan penyerab atau insert terbuat dari busa. Mungkin busa memang bisa mengikat air tapi itu sangat tidak maksimal sekali. 


Saya jadi menyesal sekali memakaikan clodi tersebut. Jika saya tidak segera bangun, bayi saya bisa mengalami kedinginan hebat. Ujung-ujungnya sakit. Walau sudah melihat secara real dan paham kualitasnya kurang bagus, sampai disini saya masih belum ngeh kalau hal tersebut bisa berdampak serius pada kesehatan bayi. Kalau sekarang saya sudah mengerti, insert clodi yang baik terbuat dari microfiber atau bamboo.


2. Bahan inner tidak fleece 


Selain lapisan penyerap/insert yang tidak mampu menyerap air pipis, lapisan dala/inner clodi juga tidak terbuat dari fleece. Tidak lembut. Sebaliknya, si produsen menggunakan material handuk berserat kasar sebagai pelapis. Fungsi inner sebenarnya adalah menyerap air pipis sehingga lapisan tetap kering dan tidak basah. Karena terbuat dari handuk kasar, lapisan basah kuyup dan tidak nyaman di kulit bayi. 
 

3. Tidak ada kancing adjustable

Sangat disayangkan sekali saya memilih clodi murah yang sudah tidak pakai kancing adjustable, juga tidak pakai karet di pinggangnya. Hanya ada satu kancing dan satu ukuran. Ketika dipakai terlihat kaku dan mudah bergerak ke atas atau ke bawah. Tidak bisa dipersempit atau dikecilkan sesuai ukuran badan bayi. 


4. Kancing snap cepat rusak dan jahitan tidak kokoh
 
Selain kancingnya hanya 1 ukuran atau tidak bisa disesuikan (adjustable), kancing clodi tersebut terbuat dari bahan yang kurang bagus. Tidak kuat dan gampang lepas. Hanya beberapa kali dipakai,  semua kancing copot. Belum lagi jahitan pinggir yang lepas dan keluar benangnya. Tidak kokoh. 
 


Niat Coba Dulu, Kalau Cocok Baru Tambah Beli


Kesalahan saya berawal dari niat yang salah, tidak yakin. Ingin mencoba dulu, kalau cocok baru ditambah beli. Hanya dipakai beberapa kali saja, clodi murah tersebut sudah rusak. Jahitan lepas dan kancing-kancing pada copot. Akhirnya digudangkan saja. Andai saja dulu saya langsung membeli yang kualitasnya bagus minimal fungsi standar, tentu kejadian ini tidak perlu terjadi. 


Berhubung saya masih tertarik dengan popok kain modern ini, saya pun membeli stok baru. Ya, harus merogoh kocek lagi. Dari segi budget tentu menjadi agak mubazir ya teman-teman. Pelajarannya, tidak apa membeli harga sedikit di atasnya tapi bagian-bagiannya bisa berfungsi baik dan dapat dipakai lama. 



Apakah Memang Ada Clodi Murah tapi Bagus?


Mungkin ada. Saya pakai kata "mungkin" karena jujur saya kurang yakin kalau benar-benar ada. Dari pengalaman saya, clodi murah tapi bagus itu seolah mustahil. Dimana-mana selalu berlaku pepatah kalau "ada harga ada rupa" atau harga sebanding dengan kualitasnya. Bukan hanya dalam membeli popok, beli apapun tetap saja sebenarnya berlaku pepatah tersebut. Walaupun ada yang harganya kaki lima tapi kualitas bintang lima tapi jarang sekali dijumpai. 


Mungkin ada sesekali bertemu clodi murah tapi bagus karena merek tersebut lagi promo diskon, tentunya frekuensinya sangat jarang alias kalau lagi hoki saja. Saat ini, harga clodi memang beragam tergantung merek. Harga tertinggi di atas Rp.300.000 seperti ini rumparooz cloth diapers motif charlie atau FuzziBunz. Untuk kelas menengah berada di antara Rp.85.000 hingga Rp.150.000. 


Dari analisa saya, clodi murah tapi lumayan bagus berkisar diantara Rp.35.000-65.000/set. Tingkat kebagusannya standar, lumayan nyaman dan awet lama. Memang ukuran murah bagi tiap orang beda-beda ya.  Dari pengalaman saya, produk standar rata-rata diatas Rp.35.000 per set (covernya Rp.23 ribuan dan insert microfiber sekitar Rp.12.000 tergantung toko). Ini untuk merek lokal. Untuk import yang standar berkisar Rp.65.000/set. Harga satu set ya, sudah termasuk cover dan insert. 
 

Pernah kemaren saya menjelajah toko online ketemu clodi import asal China super murah, dibanderol dengan harga di bawah Rp.10.000. Ada yang menjual dari Batam cuma Rp.4.000 dan ada juga yang Rp.9.000. Dari review pembeli katanya inner lumayan fleece tapi ukurannya tergolong kecil, cocok untuk popok bayi baru lahir. Kalau saya ya ogah beli karena pemakaiannya juga cuma sebentar, khusus newborn saja. 


Saya sukanya yang sizenya standar, bisa dipakai dari bayi umur 3 bulan-2 tahun. Sekali mengeluarkan uang saja. Tidak perlu berkali-kali. Ketika anak saya berumur 0-3 bulan, saya lebih memilih memakai popok kain tali bayi baru lahir dan barulah ketika usia 3 bulan ke atas hingga anak bisa toilet sendiri saya pakai clodi.  


Dengan kata lain, kalau ketemu clodi murah yang kata orang bagus pun, saya pikir-pikir lagi. Kalau harga murah dan bagus kadang-kadang masih ada kekurangannya dimana. Seperti yang saya ceritakan tadi, cutting atau potongan bahannya yang kecil. Tidak ukuran standar.  


Siapa sih yang tidak ingin beli barang murah tapi berharap berharap kualitas premium rasanya kurang masuk akal. Kualitas premium harga produksinya pasti lebih tinggi, makanya harganya sesuai. Produk murah bahan pembuatnya murah, jadi dijual murah. Memburu clodi murah meriah boleh-boleh saja asalkan siap dengan kenyataan dan resiko bila produk tidak sebagus yang dibayangkan. Kesalahan terbesar yang saya lakukan adalah ingin semurah mungkin tapi ingin dapat sebagus mungkin. 


Saya tidak mendorong ibu-ibu untuk membeli clodi yang mahal tetapi marilah sejenak berpikir realistis. Sekarang bagi saya, tidak musti mahal dan juga tidak terlalu murah. Harga sedang dan kualitas minimal standar rasanya sudah cukup. Tercapai tujuan dan fungsi penggunaan itu yang utama. 


***


Terakhir, setelah belajar dari kesalahan, saya kemudian memutuskan membeli clodi murah tapi tidak murahan. Bermerek dengan harga setingkat diatasnya. Bila sebelumnya saya mencoba Rp.15.000/set tanpa merek, kemudian saya membeli yang harganya Rp.35.000-Rp 65.000/set. Lokal dan import, alhamdulillah sudah 18 bulan digunakan lancar dan bagus-bagus saja. 


Untuk produk di bawah harga Rp.20.000/set saya sangat meragukan kualitasnya. Harus benar-benar diteliti bahan dan segala sesuatunya sebelum membeli. Ini penilaian objektif saya ya. Jika anggapan saya ini keliru atau ada moms yang dapat kualitas bagus dengan seharga segitu, yuk cerita di kolom komentar. 


Pilihan kembali kepada masing-masing ibu. Saran saya, jangan sampai coba-coba seperti saya. Buat anak kok coba-coba ya. He. Dampaknya, uang habis tapi clodi tidak terpakai. Plus harus merogoh kocek lagi untuk membeli clodi baru. Coba-coba membuat bengkak biaya. 

Subscribe to receive free email updates: