Investasi Saham Jangka Panjang Itu Berapa Tahun ?


Pasar saham dikenal sebagai tempat harta karun bagi yang bisa menemukannya. Dari kisah para milyader dari saham dapat diketahui mayoritas mereka sukses setelah investasi saham jangka panjang bukan trading harian atau bulanan.  Dengan kata lain investasi saham itu dibeli kemudian disimpan dalam jangka waktu yang lama. Makin lama makin bagus karena makin naik persentase keuntungannya. 

Hal ini tentu berbeda dengan trading saham harian atau yang dikenal dengan istilah day trade maupun scalping. Seorang trader harian dan scalper memang bisa mendapatkan untung dalam waktu singkat tetapi persentasenya kecil misalnya 3%, 2%, 5%, 10% dan sebagainya. Bahkan ada yang menganut paham laba 1% setiap hari juga boleh. Walaupun pada beberapa kasus para scalper handal dan profesional bisa untung besar dalam sekejap.

Nah, pertanyaannnya investasi jangka panjang berapa tahun sih?
 
Teman-teman mungkin bingung karena terdapat banyak pendapat. Saya juga awalnya bingung juga mau ikut yang mana. Yup, ada yang menyarankan 10 tahun ke atas, ada yang 5 tahun - 10 tahun. Sementara itu ada juga yang menganjurkan investasi setidaknya antara 1-5 tahun. Hal ini karena memang tidak ada aturan baku atau ketetapan soal jangka waktunya melainkan hanya perkiraan. 

Sebagaimana diketahui, tidak ada kepastian di pasar saham. Para pengamat keuangan membuat perkiraan waktu berdasarkan pengalaman dan riset mereka masing-masing. Terlepas dari perbedaan  tersebut mayoritas investor menyarankan 5 tahun ke atas. Sementara, rentang waktu 1-5 tahun digolongkan dalam kategori investasi jangka menengah.

Dari pendapat -pendapat yang beragam tersebut,  ada beberapa hal penting yang bisa saya simpulkan yaitu: 


1. Intinya tidak trading harian

Hal pertama yang jelas investasi saham jangka panjang itu bukanlah seperti trading saham yang dilakukan setiap waktu. Begitu juga bukan mingguan maupun bulanan. Jual beli saham dalam hitungan hari termasuk dalam kategori jangka pendek. 


2. Makin lama makin bagus 

Selain tidak melakukan trading harian, mingguan dan bulanan, konsep investasi saham jangka panjang itu " makin lama makin bagus". Walaupun dalam beberapa kasus mungkin hal ini tidak berlaku terutama jika seseorang ternyata salah membeli saham. Membeli saham yang tidak potensial meski disimpan puluhan tahun bisa saja tetap tidak menguntungkan bahkan merugikan.

Namun, secara umum " makin lama investasi maka keuntungan juga akan semakin meningkat" asalkan berhasil menemukan saham terbaik. Contohnya saja, Waren Buffet yang menekankan perlunya berinvestasi saham lebih lama. 

Bahkan Buffet menekankan lebih keras lagi bahwa jika seseorang tidak bersedia investasi saham minimal selama 10 tahun maka sebaiknya jangan pernah membeli walaupun cuma 10 menit saja. Strategi Buffet ini didapatnya karena dia pernah membeli saham $38 dolar dan menjual di harga $ 40. Beberapa tahun setelah itu ternyata saham yang dibelinya itu naik menjadi $200. 

3. Wajib membeli saham berfundamental bagus

Jika membeli saham yang tidak dipahami dengan baik, maka seseorang cenderung khawatir hold dalam jangka panjang. Tidak akan sabar dan tenang. Oleh karena itu, memilih saham untuk disimpan dalam waktu lama harus benar-benar dengan riset dan seleksi yang ketat. Tidak semua saham yang patut disimpan jangka panjang. Tentu saja tidak bijak membeli saham gorengan kemudian disimpan jangka panjang apalagi fundamental perusahaannya kurang bagus.

Lo Kheng Kong, investor saham kenamaan Indonesia pernah membeli saham UNTR di harga Rp 250. Harga saham tersebut tidak langsung melonjak naik dan sedikit lambat. Namun, dia tetap memutuskan untuk hold karena berdasarkan risetnya saham UNTR waktu itu memiliki fundamental bagus. Dia tetap sabar dan bertahan karena dia memahami betul apa yang dia beli. 

Tidak heran jika 6 tahun kemudian, Lo Kheng Kong menjual saham UNTR di harga Rp 15.000. Dengan kata lain dia berhasil memperoleh gain 6.000 %. Wow, luar biasa sekali bukan? Jika sekiranya dia masih hold UNTR hingga 9 Februari 2018 dimana harga UNTR mencapai 38.000, maka gain yang didapat 15.200 %. Sungguh fantastis.


***

Sebagian orang ada yang tidak begitu memusingkan soal investasi saham jangka panjang itu berapa lama. Mereka berpatokan pada kapan saham yang dibeli sudah mencapai multibagger sesuai target. 

Walau sama-sama membuat keputusan investasi saham jangka panjang, target yang ingin dicapai setiap orang berbeda satu sama lain. Ada yang sudah untung 100% langsung jual, ada yang tetap hold hingga untung ribuan % seperti Lo Kheng Kong tadi.

Nah, sekarang semuanya kembali kepada teman-teman sendiri. Apakah sudah siap hold saham 5-10 tahun sebagaimana yang disarankan oleh mayoritas pakar saham? []