3 Alasan Mengapa Saya Belum Siap 100 % Investasi Saham Jangka Panjang



Sebelumnya saya sudah mengulas mengapa sebaiknya investasi saham jangka panjang. Memang ini adalah pilihan terbaik yang dipegang oleh para orang sukses di pasar saham. Namun, pada kenyataannya tidak mudah bagi sebagian orang membuat keputusan. Menjalankan investasi saham jangka panjang tidak semudah membalilkan telapak tangan.  Tidak terkecuali bagi saya, walaupun sudah 3 tahun lebih aktif terjun di pasar modal, saya masih dilema dan memiliki kendala.

Kendala terbesar saya ada pada diri saya sendiri. Oleh karena itu, melalui artikel ini saya mencoba jujur pada diri saya sendiri, ingin menilai secara objektif bahwa pada kenyataannya memang sulit bagi saya untuk memilih investasi saham jangka panjang. Dengan kata lain, saat ini saya masih belum 100 % siap melakukannya. Mengapa demikian? Berikut beberapa hal yang menjadi penyebabnya : 


1. Tidak tahan melihat keuntungan

Harus saya akui tidak mudah untuk membuat keputusan investasi saham jangka panjang. Terutama bagi para pemula yang pastinya memiliki euforia yang tinggi setiap berhasil mendapatkan laba meski sedikit. Tidak sabar untuk menikmati cuan sehingga tergoda untuk menjual saham sesegera mungkin. 

Inilah gambaran saya saat ini. Ketika investasi naik dan tumbuh 5% saya sudah mulai berpikir untuk merealisasikan gain. Sejauh ini, mayoritas saya hanya dapat cuan dibawah 10 % misalnya 5% dan 8%. Begitu nominal laba mencapai Rp 500.000 saya mulai pasang badan untuk melakukan transaksi jual. Ingin segera bisa memiliki uangnya. 


2. Belum bebas rasa khawatir

Selain didorong oleh keinginan segera mengambil keuntungan, saya sering tergoda menjual lebih cepat karena saya khawatir harga akan kembali turun. Takut akan mengalami kerugian jika tidak langsung dijual saat itu juga. Hal ini tidak lain karena jarga saham yang fluktuatif, kadang naik kadang turun. 

Pernah di saham SIDO saya sudah untung lumayan ratusan ribu. Saya sudah mau jual kemudian tidak jadi karena ingin hold jangka panjang. Tidak tahunya setelah itu malah turun terus sehingga harganya longsor sampai mentok ke bawah. Berhubung saya kurang kuat mental dan memiliki kecemasan maka saya menjual saham tersebut sehingga cuma balik modal saja. Saya melakukannya agar pikiran dan jiwa saya tenang. 

Soalnya saya pernah beberapa kali mengalami hal ini dan merasa menyesal kemudian. Rasa ini secara tidak langsung mempengaruhi mood saya dalam melakukan aktifitas sehari-hari sebagai ibu rumah tangga.

 

3. Modal yang terbatas

Selain itu, mungkin juga akan susah bagi mereka yang ingin investasi saham jangka panjang tetapi masih di tahap memiliki modal kecil. Masih belum sanggup membiarkan uang terbenam atau tertidur di saham bertahun-tahun lamanya. Rata-rata investor jangka panjang, setelah membeli sebuah saham maka setelah itu ditinggal tidur saja. Kalau orang dengan uang yang pas-pasan pasti kesulitan melakukan ini.


***

Dalam hati ini saya begitu tertarik investasi saham jangka panjang. Namun, begitulah, beberapa hal diatas masih melekat dalam diri saya. Namun, saya tidal berkecil hati. Belum siap 100 % bulan berarti tidak mulai mencoba.
 
Mulai bulan ini saya mulai menerapkannya secara perlahan dengan membuat beberapa penyesuaian. Yup, saya membuat manajemen modal dimana saya bagi 50% untuk membeli saham yang akan di hold jangka waktu lama dan 50% lagi untuk trading jangka pendek dan menengah.Saya pernah membaca kisah seorang driver ojek online yang menerapkan keduanya sekaligus yaitu trading dan investasi. Selain dapat laba besar juga mendapatkan laba kecil setiap bulannya.

Jika belum siap 100 % investasi saham jangka panjang sepenuhnya, maka bisa mencoba melakukan pembagian modal tersebut.  Tidak harus 50 % untuk trading saham jangka pendek dan 50% lagi untuk investasi saham jangka panjang. Bisa juga dibagi 25 % dan 75% atau berapa yang teman-teman nyaman. 

Saya menyarankan agar lebih maksimal sebaiknya memiliki minimal 2 akun. Ini yang saya lakukan agar bisa konsisten. Dengan membuat akun berbeda maka diharapkan bisa membantu seseorang untuk menjalankan trading saham jangka pendek dan investasi saham jangka panjangnya secara terpisah. []