Apakah Ada Investasi dan Trading Syariah Tanpa Modal? Temukan Jawabannya Disini !

 


Apakah teman-teman ada yang mendapatkan semacam tawaran trading syariah tanpa modal? Jika ya, sebaiknya yuk dipelajari dulu secara seksama. Jangan mudah tergiur apalagi disertai dengan iming-iming bisa kaya dalam waktu singkat, cepat lunas hutang, cepat beli rumah dan impian menarik lainnya. Tidak ada cara instan untuk mencapai sesuatu. Kebebasan finansial tidak diperoleh dengan mudah melainkan dengan perjuangan dan pengorbanan. 

Oleh karena itu, mari kita ulas sedikit mengenai trading syariah tanpa modal yang akhir-akhir ini informasinya bersileweran di dunia maya. Sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat kalau istilah trading digunakan untuk segala kegiatan di pasar modal. Misalnya, trading saham dan rading reksadana. Sering juga digunakan diluar pasar modal seperti trading forex, trading crypto dan lainnya. 

Jadi, saya menganggap trading syariah tanpa modal yang dimaksud adalah jual beli saham syariah tanpa modal. Bukan bisnis online tanpa modal yang juga menjadi topik hangat dalam beberapa waktu belakangan. Bagi saya, walau hal ini terlihat sederhana tapi sangat menarik untuk ditelaah supaya jadi mengetahui seperti apa fakta sebenarnya. Biar terjawab memang benaran ada trading syariah tanpa modal? 


Mayoritas Trading dan Investasi Saham Syariah Itu Membutuhkan Modal

Di dalam dunia bisnis memang ada bisnis online tanpa modal misalnya menjadi reseller dropship, menjadi affiliate marketer dan lainnya. Dimana seseorang tidak perlu mengeluarkan modal untuk membeli produk. Cukup dengan membantu promosi produk orang lain maka sudah bisa mendapatkan penghasilan. Namun, apakah konsep tersebut juga berlaku di pasar modal? Terus terang, konsep trading saham syariah tanpa modal menjadi sesuatu yang aneh dan sedikit membingungkan. 

Saya pakai logika saya sebagai orang awam saja, untuk membeli saham maka perlu ada saldo di rekening dana nasabah. Jumlah saham yang dibeli pun hanya bisa sesuai dengan saldo yang ada di rekening. Jika rekening dana nasabah atau RDN tidak diisi uang yang dalam hal ini berfungsi sebagai modal investasi, bagaimana mungkin bisa melakukan transaksi pembelian saham? Tidak masuk akal bukan? Masak bisa beli saham dengan saldo rekening nol. Kalau bisa, semua orang pasti berlomba-lomba. Siapa yang tidak mau kalau begitu.

Trading syariah tanpa modal mungkin memang ada dan ada teman-teman yang pernah mengalaminya. So, saya tidak menafikan. Oleh karena itu, saya mengatakan mayoritas atau sebagian besar trading saham membutuhkan modal. Biasanya tidak bisa dilakukan jika tidak ada uang. Trading syariah tanpa modal menurut saya persentase kemungkinannya kecil. Suatu hal yang tidak lumrah, misalnya : 

1. Mendapatkan promo pada saat membuat akun. Saya pernah menjumpai promo di sebuah manager investasi khususnya reksadana bahwa bagi siapa yang membuka akun per tanggal tertentu atau melakukan pembelian selama periode yang ditetapkan, maka akan mendapatkan hadiah berupa rekdasana senilai sekian rupiah. Mana tahu promo semacam ini juga pernah terjadi di dunia saham. Dimana kalau buat akun di sebuah sekuritas, akan diberikan hadiah sekian lot saham gratis.
 
2. Menjadi afiliasi sekuritas. Program afiliasi merupakan bagian dari pemasaran dimana seseorang berhak mendapatkan komisi jika berhasil mempromosikan suatu bisnis. Jika berhasil membawa nasabah baru untuk mendaftar membuat akun di sekuritas, mungkin bisa mendapatkan hadiah tertentu. Komisi tersebut kemudian dibelikan saham syariah dan dijual kembali. Ini juga bisa dibilang memang gratis tanpa modal. Namun, saya jarang mendengar perusahaan sekuritas ternama yang membuka program affiliate, biasanya mereka sudah punya staf marketing sendiri untuk mencari nasabah baru. Kalau reksadana memang pernah ada saya temui memiliki program tersebut.  

3. Menggunakan akun virtual. Ini sangat lucu sih sebenarnya ya, kalau ini mah memang tidak butuh modal karena cuma latihan trading saja. Bukan trading sungguhan namanya. Akan tetapi, bagi yang mau merasakan sensasi trading syariah tanpa modal ya cocoklah. Bisa dijadikan pilihan terutama bagi yang memulai dari nol banget dan penasaran. Mendingan pakai akun virtual saja dulu. Kalau sudah mahir baru mulai trading dan investasi sungguhan. 

4. Ikut lomba trading dan mendapatkan hadiah. Akhir-akhir ini banyak diadakan kompetisi trading saham dimana untuk mengikutinya tidak memerlukan modal nyata melainkan memakai saldo virtual. Para pemenang akan mendapatkan sejumlah hadiah yang jumlahnya lumayan besar. Nah, saya pernah membaca sebuah kisah seseorang di pasar modal kalau dia investasi saham katanya tanpa modal dengan cara ikut berbagai lomba. Ketika berhasil menang, maka hadiahnya dijadikan modal investasi saham. 


Waspadai Tawaran Transaksi Jual Beli Saham Syariah Non Tunai atau Non Cash

Pertama kali mendengar trading syariah tanpa modal menurut analisa saya kok cenderung mencari peluang trading dengan dana pinjaman ya. Memang beberapa sekuritas konvensional rata-rata memberikan fasilitas berupa dana pinjaman kepada anggotanya yang berminat. Pinjaman ini dinamakan dengan margin saham dimana memungkinkan seseorang bisa membeli saham dalam jumlah besar atau berkali lipat dari modal yang dimiliki. Margin trading adalah fasilitas yang disediakan oleh sekuritas bagi nasabahnya, yang memungkinkan para nasabah atau investor untuk membeli saham beberapa kali lipat, dari jumlah yang seharusnya di dapat dari dana yang tersedia. 

Sekilas memang sangat menggiurkan. Akan tetapi, proses mendapatkan akun margin juga tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa sekuritas tetap mewajibkan nasabah harus punya modal sekian rupiah untuk membuka akun margin ini sebagai jaminan. So, ini bukanlah trading tanpa modal melainkan solusi trading bagi yang punya modal terbatas dan ingin menambah modal. Margin saham ini semacam dana talangan dari sekuritas dan harus dikembalikan sesuai waktu yang ditentukan. 

Namun, perlu diingat bahwa di dalam trading dan investasi saham syariah tidak diperbolehkan menggunakan dana pinjaman dari sekuritas. Melainkan transaksi jual beli saham wajib dilakukan secara tunai sehingga dilarang melakukan transaksi margin ( margin trading). Hal ini berdasarkan Fatwa DSN MUI No.80/DSN-MUI/III/2011 tentang penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek. 


Transaksi Trading Saham Syariah Tidak Boleh Menjual Sesuatu yang Belum Dimiliki

Sebagian orang mungkin juga berpikir adanya trading syariah tanpa modal dengan memanfaatkan layanan short selling di sebuah sekuritas. Short selling adalah suatu instrumen dimana seseorang boleh dulu menjual sahamnya yang belum dimiliki oleh si investor. Ini adalah strategi perdagangan saham yang dilakukan dengan berspekulasi pada penurunan harga saham. 

Transaksi saham yang sesuai syariah tidak membolehkan menjual sesuatu yang belum dimiliki. Dengan kata lain, teman-teman hanya bisa menjual saham yang sudah sah dimiliki. Ketentuan ini juga terdapat di dalam Fatwa DSN MUI No.80/DSN-MUI/III/2011 tentang penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek. Yup, sama dengan poin sebelumnya. tentang penggunaan margin saham.
 

****

Nah, demikianlah analisa sederhana dan singkat tentang trading syariah tanpa modal. Sebagaimana yang telah saya singgung di atas, menurut saya persentase atau peluangnya sangat kecil. Sangat jarang terjadi dalam kehidupan sehari-hari seorang pedagang di pasar modal syariah. Lumrahnya kalau berdagang ya pakai modal. Jual beli saham tak ubahnya jual beli barang di pasar dimana membutuhkan sejumlah uang sebagai modal awal. Mungkin ada yang menemukan peluang tanpa modal tetapi ini masuk dalam kategori tidak biasa atau pengecualian. 

Oleh karena itu, jika ada yang menawarkan trading syariah tanpa modal dengan iming-iming diberikan fasilitas pinjaman dan diperbolehkan short selling, maka investor syariah musti hati-hati.  Pada hakikatnya hal demikian bukanlah trading syariah melainkan bagian dari praktik trading konvensional. Sebab, transaksi yang sesuai syariah haruslah tunai dan hanya bisa menjual yang sudah dimiliki saja sesuai dengan ketentuan DSN MUI.[]