Pengalaman 7 Tahun Langganan Beli Domain di Godaddy



Saya mulai mengenal Godaddy domain pada tahun 2014 dari para internet marketer. Mereka bercerita kalau jual beli domain atau auction itu sangat berpeluang memberikan penghasilan. Tanpa pikir panjang dan dengan semangat, pada waktu itu, saya langsung membeli domain pertama di sana. Domain ini hanya bertahan 1 tahun saja. Setelah itu, dibiarkan expired dan tidak diperpanjang karena hasilnya tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan. 

Sebenarnya saya pertama kali membeli domain pada tahun 2013. Bukan di Godaddy tetapi melalui jasa pembuatan website yang berlokasi di Batam. Harganya sekitar Rp 300.000 per tahun sudah termasuk hosting. Rasanya saya sangat senang sekali mengenal website untuk bisnis namun saya merasa tidak leluasa karena loadingnya berat sekali. Saya juga tidak bisa menulis banyak disana, hanya semacam website profil perusahaan yang sangat sederhana sekali. 

Berhubung saya aktif berkecimpung dalam dunia kepenulisan, saya ingin memiliki sebuah blog sehingga saya bisa menulis leluasa. Akhirnya, saya memutuskan membuat blog custom sendiri. Sudah punya akun Godaddy sebelumnya, jadi saya lanjutkan beli domain kembali di sana. Saya kemudian belajar setting sendiri bagaimana domain tersebut terhubung ke akun blogspot saya. 


Ringkasan Transaksi di Godaddy selama 7 tahun terakhir 

Godaddy adalah salah satu perusahaan domain dan hosting terbesar di dunia yang berpusat di US. Kalau di Indonesia kurang lebih seperti Niagara Hoster, salah satu perusahan terbesar yang menjual domain dan hosting terbesar di tanah air. Kemaren, ketika saya membuka histori di email, ternyata sudah 7 tahun saja saya berlangganan di Godaddy. Sudah 9 domain saya beli disana dengan total sekitar 19 transaksi termasuk renewal 8 kali dan transaksi auction 2 kali. Ini tanggal, bulan dan tahun saya membeli domain beserta harganya. 


Data yang saya muat ditabel diatas hanya pembelian pertama saja. Sementara transaksi renewal dan lainnya tidak saya masukkan. Sejak tahun 2017, saya sudah tidak ada membeli domain baru. Hanya tinggal perpanjangan domain lama saja dengan transaksi terbaru saya pada Januari 2022 kemaren seharga 18.7 dolar. 

Oya, kalau dilihat di data diatas ada harga domain yang dalam rupiah. Hal ini karena saya masuk dalam situs Godaddy Indonesia sehingga mata uangnya IDR dan pembayaran menggunakan BNI Debit Online atau populer juga dikenal dengan VCN BNI. Kalau pembayaran dengan poudsterling beda lagi yaitu dengan menggunakan kartu Debit Master Card Payoneer. 


Alasan saya membeli domain di Godaddy


1. Selalu ada promo kupon diskon. Sebenarnya setelah saya membeli domain yang pertama seharga 13.7 dolar di Godaddy, saya tidak ada rencana mau membeli lagi. Namun, selalu ada promo yang masuk ke email saya yang membuat saya tertarik ditambah rasa penasaran menghasilkan uang dari internet. Diskon yang ditawarkan sangat menggiurkan sampai 20 %. 25 % 40 %, 30, 35 %, 55 % dan bahkan lebih dari itu. Harga termurah yang saya dapatkan adalah 1.67 dolar saja. Kalau tidak ada promo domain dengan harga yang sangat rendah, kemungkinan besar saya hanya membeli beberapa saja. Tidak sebanyak yang saya sebutkan di atas. 

 
2. Penasaran dengan Godaddy Auctions. Pada waktu itu, beredar informasi kalau jual beli domain itu sangat menggiurkan. Sebagai pendatang baru dalam mencari uang di internet, saya langsung mencoba. Saya termotivasi dari forum2 yang membahas tentang flipping dan mendapatkan uang dari jual beli domain. Disamping itu, saya juga tipikal yang penasaran dan ingin membuktikan sesuatu. Hasilnya, saya gagal total. Ternyata 1 bulan saya list domain  tidak kunjung ada yang bid atau menawar. Hingga tak terasa hampir 1 tahun tetap tidak terjual.  

Mencoba tanpa ada bekal ilmu membuat saya hanya rugi. Rugi domain seharga 13.7 dolar dan biaya daftar jadi member Gogaddy Auction sebesar 4.99 dolar plus biaya listing domain 2.99 dolar. Meski demikian, saya sudah tidak lagi penasaran dan mengambil pelajaran bahwa pasti tidak mudah untuk mendapatkan untung besar dari jual beli domain. Dibutuhkan ketelitian, ilmu mencari peluang dan lainnya. Akhirnya, bisnis jual beli domain saya berakhir hanya di 1 kali itu saja. Sejak itu, saya tidak pernah ikut lelang lagi di Godaddy hingga sekarang.


3. Merasa lebih tenang menyimpan atau memarkir domain disana. Hal ini karena Godaddy adalah perusahaan jasa hosting dan domain terbesar di dunia yang berpusat di Scottsdale. Arizona. Jadi, rasanya tidak mungkin menghilang atau lenyap begitu saja tanpa kabar berita. Ya, saya kadang khawatir kalau tempat beli itu tutup sehingga domain saya hilang. Padahal saya sudah bertahun-tahun menjaga domain tersebut. 

Sebagaimana diketahui, Godaddy sudah berpengalaman dari tahun 1997, punya 2 juta pelanggan dan lebih dari 7.000 karyawan di seluruh dunia. Perusahaan ini juga sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan bergengsi. Terakhir, di awal tahun 2021 ini, Godaddy dinobatkan Forbes sebagai America's Best Employers 2021. Melihat profilnya yang waw, saya menjadi yakin kalau domain saya akan aman disana. Terlebih perusahaan ini sudah IPO dan tercatat di bursa saham Wall Street.



Kesan selama langganan beli domain di Godaddy

Sering memberikan kupon diskon promo diskon besar-besaran dan kedudukan sebagai salah satu perusahaan besar di dunia merupakan 2 kelebihan Godaddy menurut pandangan saya. Di samping itu, setelah 7 tahun berlangganan, saya memiliki beberapa kesan yang saya anggap sebagai kekurangan. 


1. Mayoritas promo hanya untuk tahun pertama. Saya memang sering mendapati promo harga dengan diskon besar dan termasuk gila seperti 1 dolar sekian saja. Akan tetapi sejauh ini potongan ini saya dapatkan lebih banyak untuk pembelian domain baru. Bukan untuk perpanjangan. Pernah mendapatkan harga promo diskon renewal tapi jarang sekali dan persentase potongannya sangat kecil. Tidak sebesar promo diskon pembelian baru. Oya, banyak sekali situs-situs yang memuat daftar kupon Godaddy tetapi saya sering capek-capek saja cek sana sini. Mayoritas tidak cocok dan tidak memenuhi syarat maupun ketentuan. Jadi, saya lebih memilih melihat promo dari Godaddy langsung, 


2. Kenaikan agak tinggi tinggi. Ini menurut pendapat saya setelah saya bandingkan dengan penyedia lokal langganan saya. Harga awal saya beli domain di salah satu layanan lokal pada bulan Juli tahun 2014 hanya 120.000. Kemaren ketika saya perpanjang harganya cuma sekitar 160.00. Sudah 7 tahun saya langganan disana harganya masih tergolong murah, kenaikan tidak terlalu tinggi. Cuma naik 40.000 selama 7 tahun atau Rp 5.700/tahun. Sementara di Godaddy, saya juga membeli domain sama-sama di bulan Juli 2014 seharga 13.7 dolar dan terakhir saya renewal di bulan Januari 2021 harganya 18.17 dolar. 


3. Harga lebih mahal dari penyedia lokal. Harga diatas kalau dikonversi ke rupiah, maka selisihnya terlihat lumayan besar. Taruhlah, rate dolar per hari ini Rp 14.300. Kalau saya beli domain seharga 18.17 dolar di Godaddy, berarti saya mengeluarkan uang lebih dari 250.000. Selisihnya lebih dari 90.000 rupiah. 

Apalagi kalau saya bandingkan dengan penyedia domain dan hosting besar di Indonesia seperti Niagahoster, Saya cek saat menulis artikel ini, harga normal domain berakhiran COM hanya Rp 145.000  di Niagahoster. Selisih harga dengan Godaddy menjadi jauh lebih besar, lebih dari Rp 100.000. Belum termasuk biaya yang saya keluarkan untuk mendukung kelancaran metode pembayaran luar negeri.

Melihat selisih harga yang lumayan, saya sempat terbesit keinginan mau transfer domain tapi setelah saya pikir-pikir akhirnya tetap renewal. Karena sudah belangganan cukup lama di Godaddy, biarlah tetap disana saja. Saya bingung dan tidak paham cara transfer domain. Ada sih layanan tinggal terima beres saja tapi entah mengapa saya ragu memindahlan. Soalnya domain tersebut sudah lumayan lama. Takut ada pengaruhnya pada situs saya. 


4. Kendala metode pembayaran. Belanja domain di Godaddy terkesan mudah kalau ada kartu kredit. Sebagaimana diketahui, kartu sakti tersebut mayoritas digunakan sebagai metode pembayaran belanja di situs luar negeri. Bagi yang tidak punya kartu kredit mau tidak mau harus memutar otak.  Saya sendiri membayar belanja disana memakai Payoneer dan Paypal. Disamping itu, juga pernah sekali menggunakan kartu debit online. 

Misalnya teman-teman tertarik membeli domain di Godaddy tetapi tidak punya kartu kredit, belum punya Paypal, Payoneer dan kartu debit online. Maka mau tidak mau harus mengajukan salah satu dari metode tersebut. Kalau tidak, ya tidak bisa belanja. Hal ini merupakan salah satu kendala bagi pendatang baru.  


5. Total biaya yang saya keluarkan lebih tinggi. Ini pendapat saya yang sangat pribadi sekali. Penyebabnya karena transaksi di situs international patokannya memakai. Saya punya akun Payoneer tempat menampung hasil dolar bisnis online saya di Amazon namun sekarang kartunya expired. Sementara, saya memakai Paypal bukan untuk menerima gaji dolar tetapi hanya sebagai alat pembayaran. 

Berhubung kartu Payoneer sudah tidak bisa digunakan dan VCN BNI sudah tidak bisa, maka mau tidak mau pilihan saya hanya Paypal atau jasa pembayaran online. Kemaren saya memutuskan memakai Paypal. Setelah ditotal biaya yang harus saya keluarkan lumayan tinggi. Harga perpanjang domain memang 18.17 dolar. Berhubung hanya ada simpanan sekitar 1 dolar sekian di Paypal saya kemudian membeli top up Paypal sebanyak 17 dolar di jasa isi saldo online. 

Biaya yang harus saya bayar untuk 17 dolar tersebut adalah Rp 248.200 dengan rincian 17 x Rp14.600. Ini rate jual dolar per 16 Januari 2021 di salah satu jasa Paypal Balance yang saya beli. Harga tersebut belum termasuk biaya administrasi sebesar Rp 30.000. Jadi, totalnya adalah Rp 278.200. Ini baru biaya 17 dolar ya. Harga perpanjang domain 18.17 dolar. Kalau ditotal secara keseluruhan, saya merogeh kocek hampir Rp 300.000 untuk 1 domain saja. 

Teman-teman yang punya saldo dolar, tentu biayanya tidak sebesar yang saya keluarkan. 
Kalau beli di hosting lokal tentu tidak perlu membayar selisih rate dolar dan administrasinya. Semoga tahun 2022 depan saya bisa menggunakan metode kartu debit sehingga lebih hemat. 


****

Nah, itu adalah pengalaman dan kesan saya sebagai salah satu konsumen yang pernah berlangganan di Godaddy domain sejak tahun 2014.  Perlu diketahui bahwa pengalaman setiap orang berbeda-beda. Kalau teman-teman berencana mau membeli domain maupun hosting di Godaddy, selain mempertimbangkan pengalaman di atas saya sarankan juga melihat review pengguna lain. Silahkan dibandingkan dulu mana yang lebih membuat teman-teman nyaman dan mudah. []