Belanja di Tokopedia, Pengalaman Saya 20 Kali Transaksi & Order Selama 3 Tahun


Pengalaman belanja Tokopedia menjadi tolak ukur bagi saya pribadi untuk memutuskan apakah akan tetap berbelanja berulangkali di tempat yang sama atau berhenti selamanya karena sudah kapok. Belanja online di Tokopedia atau sering disebut dengan Toped sebenarnya bukanlah toko pertama tempat saya berbelanja secara online. Saya pada awalnya mencoba belanja secara online sekitar bulan April tahun 2014 di Lazada. Waktu itu saya membutuhkan digital camera untuk menunjang pekerjaan saya menulis dan kebetulan ada promo diskon 25%. Jadi saya tertarik belanja melalui internet padahal sebelumnya hanya belanja offline di pasar traditional atau toko elektronik secara langsung.

Alhamdulillah saya sukses belanja COD di Lazada pada waktu itu, barang sesuai harapan dan dapat diskon besar. Berbekal pengalaman belanja yang sesuai harapan di Lazada, saya pun terinspirasi berpetualang di pasar online dengan mencoba membeli produk di toko lain seperti Tokopedia, Bukapalak, Shopee dan beberapa toko online international. Dapat diskon dan bisa COD di Lazada waktu itu saya merasa sangat senang sehingga mulai berpikir jika membutuhkan sesuatu dibeli secara online saja. Selain hemat waktu, manfaat belanja dengan cara online bagi saya adalah hemat energi karena terkadang saya mudah lelah setelah pulang dari pasar apalagi di musim panas.



Pengalaman belanja Tokopedia (Dok Pribadi)



Kebetulan saya baru mengetahui Tokopedia dari iklan yang pada tahun 2014 itu sangat sering muncul di televisi maupun internet. Didorong rasa penasaran dan ketertarikan belanja online, akhirnya saya memutuskan membeli sebuah maxi dress di salah satu toko yang membuka cabang di Tokopedia. Meskipun tempat pertama saya belajar belanja online di Lazada, kalau dihitung di Tokopedialah saya paling sering belanja. 

Sudah lebih dari 20 kali transaksi baik sendiri maupun bersama adik-adik saya. Produk yang saya beli selain dress adalah bibit bunga dan sayur, flower crown, kain brokat, jaket rajut korea, satin bridal, kain tulle/tile, teko atau pemanas air listrik, madu, alat kosmetik, aksesoris, alat-alat jahit, pita, renda, pakaian dalam wanita hingga ikan sepat khas Kalimantan. Terakhir saya melakukan preorder menjahit gamis di salah satu penjual baju sekaligus penjahit di Tokopedia.

Dari semua order yang saya lakukan di Tokopedia selama lebih kurang 3 tahun, ada beberapa catatan maupun pelajaran yang dapat saya petik yaitu tentang keamanan, kelancaran, kekecewaan dan kepuasaan berbelanja. Bagaimana detail pengalaman saya? Berikut penjelasannya :


Selama 3 tahun dan 20 lebih transaksi, menurut saya sejauh ini toko-toko tempat saya membeli di Tokopedia aman dan lancar*


* Dengan catatan : aman selama menemukan toko yang 100% terpercaya, amanah dan profesional. Tokopedia itu adalah marketplace, bukan terdiri dari 1 toko melainkan ribuan hingga mungkin jutaan toko. Artinya, banyak pedagang disana yang menjual produk. Zaman dimana bisnis online berkembang pesat, tak jarang cyber crime meningkat pula. Oleh karena itu penting untuk menemukan pedagang yang jujur dan baik.

Kabar tentang adanya kasus penipuan di Tokopedia seringkali menjadi sorotan dan diperbincangkan. Kalau dilihat di dunia maya,  ditemukan beberapa artikel mengenai keluhan belanja di Tokopedia. Hingga hari ini belanja di beberapa toko yang pernah saya beli produknya melalui Tokopedia 100 % berjalan aman dalam artian alhamdulillah saya belum pernah rugi atau uang yang saya bayarkan ke Tokopedia tidak pernah hilang.  Namun, bukan berarti saya mengatakan serta menjamin bahwa belanja di seluruh toko mana saja  di Tokopedia itu akan lancar dan aman karena saya belum pernah mencoba belanja di semua toko tersebut. 

Jika ditanya apakah Tokopedia penipu? sejauh ini tidak menipu saya, hal ini sesuai dengan pengalaman belanja saya sendiri. Hal utama yang membuat saya yakin belanja di Tokopedia adalah karena ada Rekening Bersama. Saat melakukan transfer, dana tidak langsung masuk ke penjual tetapi langsung ke rekening PT.Tokopedia kemudian dana ditahan dulu oleh pihak Tokopedia. Uang pembeli yang berada di rekening Tokopedia baru akan diberikan kepada penjual kalau pembeli sudah menerima barang. Fitur inilah yang sangat membantu agar terbebas dari penipuan online. 

Saya mengetahui bahwa para tim toko online seperti Tokopedia maupun Bukalapak memiliki niat yang baik serta sudah berusaha menyaring mereka yang boleh berjualan dan membuat security agar akun tidak disalahgunakan orang lain. Mereka setiap saat juga terus memperbaiki fitur untuk meminimalisir pengalaman belanja yang tidak diinginkan. Namun, kalau dibaca di beberapa berita terdapat kasus pembeli yang mengadukan telah mengalami kerugian yang mengatasnamakan Tokopedia. Dari jutaan orang yang berbelanja tetap saja ada orang yang menceritakan bahwa dia menjadi korban kasus penipuan di Tokopedia.Terlepas dari benar atau tidaknya kasus tersebut dan bagaimana hingga bisa tertipu, keamanan berbelanja juga ditentukan oleh sikap pembeli itu sendiri. 

Untuk mendukung belanja yang aman, saya tidak hanya melakukan penyaringan terhadap toko-toko yang ada tetapi juga melakukan transfer ke rekening yang benar, menjaga kerahasiaan kata sandi dan beberapa langkah lainnya. Kalau seandainya saya salah mencatat kode pembayaran, kata sandi yang mudah ditebak atau mengklik email tidak jelas yang bertujuan phising, tentu saja saya akan mengalami kerugian. Terlebih kalau password berhasil dicuri dan dikelabui penjahat dunia maya, maka saya akan terkena kasus penipuan. 

Menurut saya aman dan lancar berbeda dengan kekecewaan terhadap kualitas produk atau ketidakpuasaan pelayanan. Sejauh ini para penjual tempat saya berbelanja di Tokopedia memang telah terbukti memenuhi kewajiban mengirimkan barang meski terkadang ada yang slow response, produk tidak sesuai ekspektasi saya atau barang tidak datang sesuai dengan prediksi waktu.

Untuk kelancaran transaksi sebaiknya membaca ketentuan dan kebijakan masing-masing toko kapan jam kerja, waktu packing, pengiriman barang dan input nomor resi. Urusan paket sampai ke tangan pembeli cenderung berhubungan dengan jasa pengiriman. Jika penjual segera menerima order dan mengirim, keterlambatan produk diterima disebabkan kendala pada Pos, JNE, TIKI, Sicepat dan pilihan ekspedisi lainnya. Hambatan di pengiriman biasanya cuaca, bencana alam atau keadaan tertentu.


Pengalaman kurang menyenangkan saat belanja di beberapa toko yang berjualan di Tokopedia 


Sebagaimana yang telah disampaikan di atas, saya merasa aman berbelanja di tokopedia dan dari lebih 20 transaksi belum pernah mengalami penipuan. Produk yang saya pesan semuanya dikirim, meski demikian, saya juga memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan dan membuat kesal. Tapi kekesalan ini kepada oknum penjual tertentu, bukan kepada seluruh penjual ataupun kepada PT.Tokopedia itu sendiri. 

Saya mengetahui, Tokopedia adalah perusahaan berbadan hukum yang bertujuan memberikan kesempatan bagi UMKM agar berkembang dengan berjualan secara gratis. Meski demikian, sebagai pembeli saya juga pernah mengalami beberapa pengalaman buruk dan mengecewakan yaitu :

a. Seharusnya dapat cashback ke Tokocash tapi penjual menolak order ternyata stok barangnya kosongWaktu itu ada promo cashback ke Tokocash Tokopedia hingga 100.000 lebih dan saya kebetulan ada butuh barang, saya sudah buat order dan menanyakan kepada penjual stok barang. Saya minta konfirmasi secepatnya tentang stok warnanya tapi dijanjikan besok pagi. Saya menghubungi berulang kali mengatakan bahwa saya sedang ikut program cashback dan kalau tidak ada warna pink bisa diganti warna lain. Tapi besoknya sesuai dengan waktu yang dijanjikan juga tidak ada kejelasan hingga order saya tertolak sendirinya. Alhasil tidak jadi dapat cashbacknya. Sempat kesal kepada penjualnya tetapi karena sebelumnya pernah order dan berjalan cukup lancar, jadi saya berusaha berlapang dada. Mungkin belum rezeki saya.

b. Desain tidak sesuai keinginan. Waktu itu saya membeli flower crown dan uang saya berlebih. Saya bilang kelebihan uang ditambahkan kreasi bahan saja dan terserah desain penjual. Waktu itu yang ada dipikiran saya adalah penambahan bunga. Tapi sayangnya tidak ada komunikasi lebih lanjut tentang proses dan setelah barang sampai saya kurang suka dengan desain tambahan dan langsung mencopotnya. Ternyata bukan penambahan bunga tapi daun yang lebih banyak. Tapi ini mungkin juga sebagiannya kesalahan saya sendiri karena tidak menyebutkan secara spesifik bagian yang ingin ditambahkan. Ini menjadi pelajaran bahwa saat preorder mungkin sekali-sekali hubungi penjual melihat proses pengerjaannya. 

c. Bahan dan gambar tidak sesuai. Penilaian ini merupakan pelajaran dari pengalaman pertama belanja online di Tokopedia yaitu saat membeli maxi dress sebagaimana yang telah disinggung di atas. Waktu itu saya benar-benar termakan foto dan model. Saking ingin punya dress seperti gambar itu saya tidak sabar memesan dan menunggu kedatangan paketnya. Setelah paket yang ditunggu-tunggu sampai, saya kecewa sekali karena sama sekali tidak sesuai dengan ukuran dan bahan tidak mengembang sebagaimana foto. Kesalahan ini sebagiannya juga karena saya buta jenis kain dan perkiraan ukurannya. 

d. Warna produk tidak seperti harapan. Waktu itu saya membutuhkan kain brokat warna pink magenta dan saya menemukan sebuah toko di Tokopedia. Penjualnya ramah dan mau mengirimkan foto produk ke whatsapp tetapi setelah produk sampai ternyata ada perbedaan warna hasil foto kamera dengan warna asli. Jadi, ini dipengaruhi oleh kamera dan pencahayaan. Kamera yang digunakan oleh masing-masing penjual berbeda sehingga foto gambar juga akan berbeda. Jika toko onlinenya mempunyai toko fisik, akan lebih baik memastikan ke lokasinya langsung. Kecuali jika tidak terlalu sensitif dengan warna, bisa diserahkan saja dengan penjual warna apa yang diinginkan.

e. Penjual lambat respon bahkan ada yang tidak merespon sama sekaliPada umumnya penjual yang benar-benar berjualan dan memiliki produk begitu antusias kalau pembeli melakukan order dan cepat membalas kalau berdiskusi. Tapi sesekali ada juga yang berhari-hari tidak dibalas. Sepertinya penjual sudah tidak ingin berjualan atau memang tidak punya stok. Terkadang bertanya beberapa kali dalam sehari tetapi juga belum direspon. Berjualan online mungkin saja dijadikan kerja tambahan buat mahasiswa atau ibu rumah tangga sehingga tidak penuh waktu. Meski demikian, ada baiknya toko online memberikan informasi jam serta hari buka dan tutup toko sehingga pembeli bisa memahami.

f. Pernah dalam satu kejadian melakukan preorder produk berbeda ditoko yang sama dikenakan 2 kali ongkir. Kejadian ini terkait dengan pengamalan pertama saya belanja secara pre order. Pre order sistemnya pembeli membayar terlebih dahulu, penjual memproduksi produk dalam beberapa hari kemudian baru produk dikirimkan. Dalam order biasa, belanja 2 produk atau lebih di dalam 1 toko akan dikenakan 1 ongkir dan 1 transaksi. Sementara itu, belanja 2 produk di 2 toko baru akan dikenakan 2 transaksi dan 2 kali ongkir.

Tetapi khusus pre order terdapat perbedaan. Pengalaman saya waktu itu, belanja 2 item pre order dalam toko yang sama malah menjadi 2 transaksi dan 2 ongkos kirim. Saya mendiskusikan kepada penjual dan dia mengatakan memang begitu biasanya. Tapi penjual berinisiatif membantu menjadikan 1 paket saja sehingga membayar 1 ongkos kirim dan dia akan mengembalikan kelebihan biaya bersama paket. Meskipun tidak merugikan, rasanya ini sedikit ribet menurut saya. 

g.Pernah  satu item barang dikirim tidak sesuai permintaan. Ini terkait dengan order kosmetik di salah satu grosir terbesar di Bandung yang membuka cabang toko online di Tokopedia. Saya membeli pembersih wajah A tapi dikirim B. Akhirnya karena tidak cocok, produk tersebut tidak terpakai. Sementara itu, 3 item produk lainnya yang saya beli di toko tersebut sesuai dengan order.Tapi dari sekian banyak produk yang dibeli, baru 1 kali mengalami kejadian seperti ini.

h. Keterlambatan penerimaan paket. Salah satu yang membuat saya kesal adalah keterlambatan barang. Saya mengambil ekspedisi JNE 2-3 hari tetapi sudah lebih seminggu belum juga sampai. Namun, saya sadar sebagian kendala ini bukanlah di pihak penjual Tokopedia tetapi ekspedisi pengiriman itu sendiri. Dalam beberapa kesempatan memang ada juga penjual yang tidak segera melakukan packing produk sehingga barang juga telat diterima. Meski demikian, kejadiaan ini juga termasuk pengalaman belanja saat melakukan transaksi di Tokopedia.


Daftar kepuasan dan kenyamanan saya berbelanja di Tokopedia 

Meskipun di tulisan di atas terdapat beberapa kekecewaan dan pengalaman kurang baik atau buruk, sebagai pembeli yang objektif saya juga menyebutkan daftar kenyamanan dan kelebihan yang saya peroleh saat belanja di Tokopedia. Berikut daftar kepuasaan dan pengalaman menyenangkan lainnya ketika membeli produk di Tokopedia :

a. Kadang barang cepat sampai dari perkiraan. Dalam beberapa kejadian paket memang ada yang terlambat atau lama sekali datangnya. Namun, secara umum paket sampai sesuai estimasi waktu. Bahkan terkadang sesekali paket datang jauh lebih cepat dari perkiraan. Kadang kesal dan kadang senang, menurut saya ini imbas dan seimbang.

b. Dapat cashback. Dalam satu kesempatan saya kehilangan cashback karena order ditolak oleh penjual karena alasan stok warna. Meski demikan, saya juga berhasil mendapatkan cashback saat belanja di toko lain sekitar Rp.80.000. Saldo cashback akhirnya saya gunakan untuk membeli barang keperluan lain sehingga tidak perlu merogoh kocek lagi.

c. Beli teko listrik tidak beli buble wrap tapi dikasih gratis. Saya pernah belanja di sebuah toko dimana ketika saya lihat dideskripsi disana dituliskan bahwa harga produk tidak termasuk buble wrap. Jika ingin barang belanjaan sampai dengan selamat di tujuan, disarankan membeli buble wrap dan penjual memberikan link tambahan belanja buble wrapnya. Saya pikir, insaallah tidak akan rusak dan tidak usah saja beli buble wrap. Namun, ketika produk sampai ternyata saya dikasih buble wrap gratis. Sebagian toko memang ada yang menjual alat packing tambahan seperti sampul kado, dus tebal dan plastik karena mereka tidak mau rugi. Mereka membebankan biaya bahan packing kepada pembeli. Namun ada juga yang memberikan secara cuma-cuma agar barang dagangannya diterima pembeli dengan baik.

d. Packingnya rapi dan cantik. Dari puluhan item yang saya beli, sejauh ini belum ada packingnya yang rusak atau barang berserakan. Umumnya, packing sudah baik dan sesuai standar. Ketika membeli madu umpamanya, penjual memberikan box khusus yang tebal dan botol madunya juga dilapisi dengan plastik sehingga tidak tumpah sama sekali. Bahkan saat membeli sebuah produk, kotak packingnya sangat cantik dan berwarna.

e. Pelayanan contact center yang respon penyelesaian masalah. Beberapa orang mengeluhkan karena susah menghubungi Tokopedia saat terjadi masalah atau mengatakan Tokopedia tidak ada nomor kontak pengaduan. Sejauh ini saat ada masalah alhamdulillah berhasil diselesaikan oleh tim Tokopedia. Pernah juga waktu itu saya membantu teman karena sudah mentransfer uang tapi odernya batal tertulis disana. Saya bantu menghubungi, dibalas pihak Tokopedia dan uangnya dikembalikan ke saldo akun. Waktu menghubungi admin Tokopedia melalui Facebooknya juga dibalas tidak sampai 1 x 24 jam.

f. Belum pernah kehilangan uang. Sebagaimana yang sudah diceritakan sebelumnya bahwa saya merasa aman dan bebas penipuan sejauh ini saat belanja di Tokopedia. Dengan kata lain, saya belum pernah kehilangan uang. Uang yang saya transfer ke rekening bersama milik Tokopedia dibayarkan kepada penjual untuk membeli barang yang sudah saya order.

g. Konfirmasi transfer otomatis. Dulu di sebuah toko saya pernah belanja dan untuk ordernya harus saya konfirmasi setelah melakukan transfer. Namun, di Tokopedia sejauh saya belanja belum pernah melakukan konfirmasi order. Waktu melakukan transfer secara otomatis order terlaksana. Beberapa bulan terakhir saya belanja tidak lagi mengirimkan uang ke rekening Tokopedia tetapi ke BCA Virtual Akun saya yang dibuatkan oleh Tokopedia. Saat melakukan transfer ke nomor virtual akun, maka orderan saya langsung terkonfirmasi saat itu juga.

h. Ada beberapa penjual yang sangat sabar dan ramah. Disamping ada penjual yang kadang kurang ramah dan membuat kesal, tak jarang ada juga penjual yang sangat sabar. Sebagai pembeli terkadang menanyakan banyak produk dan diskusi berulangkali tetapi tetap dilayani dengan baik. Juga ada yang mau membentu dalam memberikan informasi lebih yang dibutuhkan misalnya saya butuh rekomendasi produk yang cocok.

i. Memberi laporan tanpa diminta.  Umumnya setiap toko online tempat saya belanja tidak memberikan laporan secara pribadi tentang order. Mereka hanya merespon pembelian, mengirimkan dan barang sampai ke tangan saya. Tidak ada mereka menjalin komunikasi dan kedekatan dengan pembeli. Satu hal yang tidak saya lupakan adalah saat ada toko yang mengirimkan pesan memberitahukan bahwa order saya sudah masuk, diterima dan sedang diprosesnya.

j. Belum pernah salah alamat. Dari puluhan order alhamdulillah belum pernah salah alamat. Saya mendengar beberapa keluhan pembeli kalau barangnya tidak sampai ke alamat dan malah nyasar ke kota sebelah. Para penjual di toko saya belanja teliti dalam menulis alamat lengkap sesuai yang saya berikan saat order.  Sebelum melakukan pembayaran saya juga selalu memastikan sudah memberikan alamat yang benar agar tidak salah alamat.

kPenjual yang jujur. Order terakhir saya di Tokopedia adalah pre order menjahit baju di toko yang beralamat di Jakarta. Saya membeli kainnya secara online di Tokopedia juga di toko kain dari Magelang. Penjahitnya menyarakan sebaiknya dari Magelang kain dialamatkan ke alamat dia saja sehingga lebih hemat. Begitu kain sampai, dia langsung menyampaikan dan mengirimkan foto bahan bajunya. Tak hanya itu, setiap proses pemotongan kain dilaporkan dengan baik hingga sisa-sisa kainnya dikirimkan juga ke alamat saya bersama paket.


Apakah saya akan masih belanja di Tokopedia?

Dengan meminimalisir pengalaman yang kurang menyenangkan dan lebih selektif dalam memilih toko, saya MASIH BERENCANA berbelanja di Tokopedia TAPI dibatasi untuk produk tertentu saja.

Belajar dari kekecewaan dan rasa kurang puas serta ketidakmahiran saya mengenal jenis serta karakteristik kain, ke depannya saya belanja di Tokopedia selain pakaian jadi. Untuk membeli pakaian, saya masih sedikit kurang yakin dan kurang berani. Hal ini lebih disebabkan saya membutuhkan jenis kain dan ukuran tertentu yang khusus. Menurut saya akan lebih baik buat saya membeli pakaian langsung bisa diraba bahan serta dicoba ukurannya. Sementara itu, untuk membeli selain baju seperti buku, aksesoris, kosmetik, alat jahit dan lainnya, saya masih berminat dan tetap yakin membeli via Tokopedia. 

Dalam keadaan tertentu, baik tingkat keamanan, kelancaran serta kepuasaan juga ditentukan oleh pribadi pembeli. Tak heran bila pengalaman setiap orang berbelanja online berbeda satu sama lain. Ada yang mencap Tokopedia penipu, Tokopedia aman dan lainnya dengan alasan maupun motif tertentu. Ada juga yang sukses belanja sesuai harga dan kualitas. Misalnya, kenalan saya yang merasa puas membeli tas lucu untuk saudaranya karena merasa harga lebih murah. Sebaliknya, ada juga yang merasa kapok dan kecewa berat seperti yang dilihat di Google. Menurut saya tidak jauh berbedalah dengan belanja di pasar yang juga tidak lepas dari kekecewaan dan kepuasaan. 

Beli langsungpun di pasar traditional kalau tidak mengenal bahan dan tidak pandai tawar menawar juga tidak akan merasa puas serta merasa terkecoh. Namanya saja jual beli, tak peduli dimana pasti ada dua sisi, puas atau tidak puas. Penjual jujur atau berbohong, kualitas sesuai harga atau penipuan. Sebenarnya belanja di suatu toko online apakah mau di Tokopedia, Bukalapak, Lazzada, Zalora, Hijabenka, Traveloka, Blibli, Blanja, JD.Id, Tiket.com, Pegipegi dan lainnya adalah kembali pada diri kita sendiri.

Pengalaman saya belanja di Tokopedia memang bervariasi, ada yang sesuai harapan dan ada juga kurang sreg. Intinya, mereka toko online hanya menawarkan, tapi kitalah sebagai konsumen yang memilih mau belanja di tempat mereka atau tidak.  Kita juga yang memilih mau barang ingin cepat sampai atau tidak. Semuanya tergantung kita termasuk dalam memilih sebuah produk dan toko tempat berbelanja. So, tetap bijak, selektif dan objektif saat belanja di toko online mana saja. []