Belanja di Tokopedia, Pengalaman Saya 20 Kali Transaksi & Order Selama 3 Tahun


Pengalaman belanja Tokopedia menjadi tolak ukur bagi saya pribadi untuk memutuskan apakah akan tetap berbelanja berulangkali di tempat yang sama atau berhenti selamanya karena sudah kapok. Belanja online di Tokopedia atau sering disebut dengan Toped sebenarnya bukanlah toko pertama tempat saya berbelanja secara online. Saya pada awalnya mencoba belanja secara online sekitar bulan April tahun 2014 di Lazada. Waktu itu saya membutuhkan digital camera untuk menunjang pekerjaan saya menulis dan kebetulan ada promo diskon 25%. Jadi saya tertarik belanja melalui internet padahal sebelumnya hanya belanja offline di pasar traditional atau toko elektronik secara langsung.


Alhamdulillah saya sukses belanja COD di Lazada pada waktu itu, barang sesuai harapan dan dapat diskon besar. Berbekal pengalaman belanja yang sesuai harapan di Lazada, saya pun terinspirasi berpetualang di pasar online dengan mencoba membeli produk di toko lain seperti Tokopedia, Bukapalak, Shopee dan beberapa toko online international. Dapat diskon dan bisa COD di Lazada waktu itu saya merasa sangat senang sehingga mulai berpikir jika membutuhkan sesuatu dibeli secara online saja. Selain hemat waktu, manfaat belanja dengan cara online bagi saya adalah hemat energi karena terkadang saya mudah lelah setelah pulang dari pasar apalagi di musim panas.




Pengalaman belanja Tokopedia (Dok Pribadi)



Kebetulan saya baru mengetahui Tokopedia dari iklan yang pada tahun 2014 itu sangat sering muncul di televisi maupun internet. Didorong rasa penasaran dan ketertarikan belanja online, akhirnya saya memutuskan membeli sebuah maxi dress di salah satu toko yang membuka cabang di Tokopedia. Meskipun tempat pertama saya belajar belanja online di Lazada, kalau dihitung di Tokopedialah saya paling sering belanja. 


Sudah lebih dari 20 kali transaksi baik sendiri maupun bersama adik-adik saya. Produk yang saya beli selain dress adalah bibit bunga dan sayur, flower crown, kain brokat, jaket rajut korea, satin bridal, kain tulle/tile, teko atau pemanas air listrik, madu, alat kosmetik, aksesoris, alat-alat jahit, pita, renda, pakaian dalam wanita hingga ikan sepat khas Kalimantan. Terakhir saya melakukan preorder menjahit gamis di salah satu penjual baju sekaligus penjahit di Tokopedia.


Dari semua order yang saya lakukan di Tokopedia selama lebih kurang 3 tahun, ada beberapa catatan maupun pelajaran yang dapat saya petik yaitu tentang keamanan, kelancaran, kekecewaan dan kepuasaan berbelanja. Bagaimana detail pengalaman saya? Berikut penjelasannya :



Selama 3 tahun dan 20 lebih transaksi, menurut saya sejauh ini toko-toko tempat saya membeli di Tokopedia aman dan lancar*


* Dengan catatan :


" Aman selama menemukan toko yang 100% terpercaya, amanah dan profesional. Tokopedia itu adalah marketplace, bukan terdiri dari 1 toko melainkan ribuan hingga mungkin jutaan toko. Artinya, banyak pedagang disana yang menjual produk. Zaman dimana bisnis online berkembang pesat, tak jarang cyber crime meningkat pula. Oleh karena itu penting untuk menemukan pedagang yang jujur dan baik."


Kabar tentang adanya kasus penipuan di Tokopedia seringkali menjadi sorotan dan diperbincangkan. Kalau dilihat di dunia maya,  ditemukan beberapa artikel mengenai keluhan belanja di Tokopedia. Hingga hari ini belanja di beberapa toko yang pernah saya beli produknya melalui Tokopedia 100 % berjalan aman dalam artian alhamdulillah saya belum pernah rugi atau uang yang saya bayarkan ke Tokopedia tidak pernah hilang.


" Namun, bukan berarti saya mengatakan serta menjamin bahwa belanja di seluruh toko mana saja  di Tokopedia itu akan lancar dan aman karena saya belum pernah mencoba belanja di semua toko tersebut." 


Hal utama yang membuat saya yakin belanja di Tokopedia hanyalah karena ada Rekening Bersama. Saat melakukan transfer, dana tidak langsung masuk ke penjual tetapi sementara di simpan di rekening induk PT.Tokopedia atau dengan kata lain dana yang saya transfer ditahan dulu oleh pihak Tokopedia hingga saya memberikan informasi kalau saya telah mendapatkan apa yang saya beli. Dengan kata lain, uang pembeli yang berada di rekening Tokopedia baru akan diberikan kepada penjual kalau pembeli sudah menerima barang. Fitur inilah yang sangat membantu agar terbebas dari penipuan online.


Saya mengetahui bahwa para tim toko online seperti Tokopedia maupun Bukalapak memiliki niat yang baik serta sudah berusaha menyaring mereka yang boleh berjualan dan membuat security agar akun tidak disalahgunakan orang lain. Mereka setiap saat juga terus memperbaiki fitur untuk meminimalisir pengalaman belanja yang tidak diinginkan. Tidak mungkin mereka dengan sengaja menyediakan ruang untuk penipuan. Bagaimanapun, marketplace tersebut berbadan hukum dan bertujuan go public dan segala yang berbaur penipuan merupakan bagian dari ranah hukum perdata.


Jika ditanya apakah Tokopedia penipu? Sejauh ini belum pernah menipu saya, hal ini sesuai dengan pengalaman belanja saya sendiri. Namun, tidak tertutup kemungkinan ada konsumen lain yang merasa tertipu karena ulah oknum salah satu penjual yang beritikad kurang baik di sana. Kalau dibaca di beberapa berita terdapat kasus pembeli yang mengadukan bahwa mereka telah mengalami kerugian yang mengatasnamakan Tokopedia. Dari jutaan orang yang berbelanja tetap saja ada orang yang menceritakan bahwa dia menjadi korban kasus penipuan di Tokopedia.


Terlepas dari benar atau tidaknya kasus tersebut dan bagaimana caranya hingga mereka bisa tertipu, menurut saya keamanan berbelanja juga ditentukan oleh sikap pembeli itu sendiri. Sebagai pembeli berkantong pas-pasan, saya juga punya kekhawatiran uang saya lenyap dan kena tipu. Akan tetapi, masalah cyber crime tidak dapat kita kambing hitamkan kepada pengelola toko online semata. Sepintar-pintar online shop membangun security dengan menyewa ahli hacker dan anggota IT terbaik, seperti biasanya para penjahat juga akan semakin meningkatkan kepintaran mereka mencari celah kesempatan.  Jadi, belanja online aman dan terpercaya melibatkan konsumen dan juga pemilik toko.


" Untuk mendukung belanja yang aman, saya tidak hanya melakukan penyaringan terhadap toko-toko yang ada tetapi juga melakukan transfer ke rekening yang benar, menjaga kerahasiaan kata sandi dan beberapa langkah lainnya." 


Kalau seandainya saya salah mencatat kode pembayaran, kata sandi yang mudah ditebak atau mengklik email tidak jelas yang bertujuan phising, tentu saja saya akan mengalami kerugian. Terlebih kalau password berhasil dicuri dan dikelabui penjahat dunia maya, maka saya akan terkena kasus penipuan. Siapa yang salah dalam hal tersebut? Tentu saja diri saya sendiri karena kurang ilmu dalam proteksi belanja di dunia maya. Apakah pantas saya menyalahkan toko online? Sepertinya tidak pantas ya tapi tetap perlu dilaporkan agar menjadi pelajaran bagi konsumen lain.


Menurut saya aman dan lancar berbeda dengan kekecewaan terhadap kualitas produk atau ketidakpuasaan pelayanan. Sejauh ini para penjual tempat saya berbelanja di Tokopedia memang telah terbukti memenuhi kewajiban mengirimkan barang meski terkadang ada yang slow response, produk tidak sesuai ekspektasi saya atau barang tidak datang sesuai dengan prediksi waktu. Kadang kekecewaan bermula dari harapan yang terlalu tinggi, membeli barang berharga termurah tapi berharap yang datang sangat bagus. Tentu saja hal tersebut kurang realistis dan tidak objektif.


Untuk kelancaran transaksi sebaiknya kita sebagai pembeli membaca terlebih dahulu bagaimana ketentuan dan kebijakan masing-masing toko. Ketahui kapan jam kerja, waktu packing, pengiriman barang dan input nomor resi. Urusan paket sampai ke tangan pembeli cenderung berhubungan dengan jasa pengiriman. Jika penjual segera menerima order dan langsung mengirim, keterlambatan produk diterima disebabkan kendala pada Pos, JNE, TIKI, Sicepat dan pilihan ekspedisi lainnya. Hambatan di pengiriman biasanya cuaca, bencana alam atau keadaan tertentu. Dalam hal ini, tentu saja kita juga tidak bisa menghakimi penjual ataupun pihak ekspedisi karena telah berusaha melaksanakan tugas mereka dengan maksimal.



Pengalaman kurang menyenangkan saat belanja di beberapa toko yang berjualan di Tokopedia 


Sebagaimana yang telah disampaikan di atas, saya merasa aman berbelanja di tokopedia dan dari lebih 20 transaksi belum pernah mengalami penipuan. Produk yang saya pesan semuanya dikirim, meski demikian, saya juga memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan dan membuat saya kesal tak karuan hingga mau marah. Tapi kekesalan ini hanya kepada oknum penjual tertentu, bukan kepada seluruh penjual ataupun kepada PT.Tokopedia itu sendiri.


Saya mengetahui, Tokopedia adalah perusahaan legal yang beroperasi dengan tujuan memberikan kesempatan bagi UMKM agar berkembang dengan cara berjualan secara gratis. Meski demikian, sebagai pembeli saya juga pernah mengalami beberapa pengalaman buruk dan mengecewakan yaitu :


a. Seharusnya saya mendapatkan cashback ke Tokocash tapi penjual menolak order ternyata stok barangnya kosong


Pada waktu itu ada promo cashback ke Tokocash Tokopedia hingga 100.000 lebih dan saya kebetulan ada butuh barang, saya sudah buat order dan menanyakan kepada penjual stok barang. Saya minta konfirmasi secepatnya tentang stok warnanya tapi dijanjikan besok pagi.  Saya menghubungi berulang kali mengatakan bahwa saya sedang ikut program cashback dan kalau tidak ada warna pink bisa diganti warna lain. Tapi besoknya sesuai dengan waktu yang dijanjikan juga tidak ada kejelasan hingga order saya tertolak sendirinya karena order tidak ditanggapi penjual.


Alhasil saya tidak jadi dapat cashbacknya, semuanya jadi angan-angan saja.  Sempat kesal kepada penjualnya tetapi karena sebelumnya pernah order dengan seller tersebut dan berjalan cukup lancar, jadi saya berusaha berlapang dada. Mungkin belum rezeki saya, jadi saya ikhlaskan belum jadi meendapatkan cashback Tokopedia tersebut.


b. Desain tidak sesuai keinginan


Waktu itu saya membeli flower crown dan uang saya berlebih. Saya bilang kelebihan uang ditambahkan kreasi bahan saja dan terserah desain penjual. Waktu itu yang ada dipikiran saya adalah penambahan bunga. Sayangnya, tidak ada komunikasi lebih lanjut tentang proses dan setelah barang sampai saya kurang suka dengan desain tambahan dan langsung mencopotnya. Ternyata bukan penambahan bunga tapi daun yang lebih banyak.


Akan tetapi, hal tersebut mungkin juga sebagiannya disebabkan kesalahan dan kelalaian saya sendiri karena tidak menyebutkan secara spesifik bagian mana yang ingin ditambahkan. Ini menjadi pelajaran bahwa saat preorder mungkin sekali-sekali hubungi penjual melihat proses pengerjaannya agar tidak diskomunikasi. Oya, kekecewaan pada poin a dan b ini secara kebetulan terjadi pada seller yang sama lho. Sudah bisa ditebak, itulah terakhir kalinya saya belanja dengan penjual tersebut.


c. Bahan dan gambar tidak sesuai 


Penilaian ini merupakan pelajaran dari pengalaman pertama belanja online di Tokopedia yaitu saat membeli maxi dress sebagaimana yang telah disinggung di atas. Waktu itu saya benar-benar termakan foto dan model yang dipajang oleh penjual. Saking ingin punya dress seperti gambar itu saya tidak sabar memesan dan menunggu kedatangan paketnya. Tak tanggung-tanggung, karena belum gajian saya pun meminjam uang adik terlebih dahulu karena takut dress tersebut habis terjual.


Setelah paket yang ditunggu-tunggu sampai ke tangan, saya sangat kecewa sekali karena sama sekali tidak sesuai dengan ukuran hingga kedodoran di badan saya. Bahan dress tersebut tidaklah mengembang sebagaimana ditonjolkan di foto. Justru sebaliknya, bajunya menempel ke badan ketika dipakai sehingga memberikan kesan ketat dan membentuk lekuk tubuh. Akhirnya, baju ini dipakai oleh adik saya. Kesalahan ini mungkin juga karena saya buta jenis kain dan perkiraan ukurannya. Mungkin juga karena penjual yang kurang menginformasikan deskripsi serta terlalu melebih-lebihkan gambar dan bahan untuk menarik minat pembeli.



d. Warna produk tidak seperti harapan


Waktu itu saya membutuhkan kain brokat warna pink magenta dan saya menemukan sebuah toko berlokasi sama di Tokopedia yaitu di kota Denpasar. Penjualnya sangat ramah dan bersedia mengambil foto produk kembali dan mengirimkan foto tersebut ke whatsapp. Dalam pelayanan pada pelanggan, seller tersebut patut diacungi jempol.  Hanya saja, setelah produk sampai ternyata ada perbedaan warna hasil foto kamera dengan warna asli.


Jadi, ini sebenarnya dipengaruhi oleh kamera dan pencahayaan. Kamera yang digunakan oleh masing-masing penjual berbeda sehingga foto gambar juga akan berbeda dengan barang. Jika toko onlinen mempunyai toko fisik, menurut hemat saya akan lebih baik memastikan ke lokasi langsung sehingga dapat melihat dengan mata kepala sendiri. Terutama bagi kamu yang sudah membeli kain dengan warna tertentu kemudian ingin membeli kain kedua berwarna yang serupa atau cocok dengan kain pertama tapi pada seller berbeda. Kecuali jika kamu bukan tipikal yang tidak terlalu sensitif dengan warna, bisa diserahkan saja dengan penjual warna apa yang diinginkan.


e. Penjual lambat respon bahkan ada yang tidak merespon sama sekali


Pada umumnya penjual yang benar-benar berjualan dan memiliki produk begitu antusias kalau pembeli melakukan order dan cepat membalas kalau mengajak berdiskusi mengenai produk yang dia pajang. Akan tetapi, tak dapat dipungkiri ada juga chat kita yang berhari-hari tidak dibalas oleh penjual. Entah penjual sudah tidak ingin berjualan atau memang tidak punya stok. Terkadang sebagai konsumen, kita sudah bertanya beberapa kali dalam sehari tetapi juga belum direspon.


Berjualan online mungkin saja dijadikan kerja tambahan buat mahasiswa atau ibu rumah tangga sehingga tidak penuh waktu. Meski demikian, ada baiknya toko online memberikan informasi jam serta hari buka dan tutup toko sehingga pembeli bisa memahami. Di samping itu, sebagai konsumen kita dituntut lebih jeli membedakan mana toko yang aktif berjualan dan mana yang jarang aktif agar tidak mengalami pengalaman buruk seperti yang saya alami tersebut.



f. Pernah dalam satu kejadian melakukan preorder produk berbeda ditoko yang sama dikenakan 2 kali ongkir


Kejadian ini terkait dengan pengamalan pertama saya belanja secara pre order.Sebagaimana diketahui, pre order sistemnya pembeli membayar terlebih dahulu, penjual memproduksi produk dalam beberapa hari kemudian baru produk dikirimkan. Dalam order biasa, belanja 2 produk atau lebih di dalam 1 toko akan dikenakan 1 ongkir dan 1 transaksi. Sementara itu, belanja 2 produk di 2 toko baru akan dikenakan 2 transaksi dan 2 kali ongkir.


Tetapi khusus pre order ini ternyata terdapat perbedaan. Pengalaman saya waktu itu, belanja 2 item pre order dalam toko yang sama malah menjadi 2 transaksi dan 2 ongkos kirim. Saya mendiskusikan kepada penjual dan dia mengatakan memang begitu biasanya. Ungtungnya, penjual berinisiatif membantu menjadikan order saya ke dalam 1 paket pengiriman saja sehingga saya cukup membayar 1 ongkos kirim dan dia akan mengembalikan kelebihan biaya bersama paket. Meskipun tidak merugikan, rasanya ini sedikit ribet menurut saya.


g.Pernah  satu item barang dikirim tidak sesuai permintaan


Pengalaman buruk ini terkait dengan order kosmetik di salah satu grosir terbesar di Bandung yang membuka cabang toko online di Tokopedia. Saya membeli pembersih wajah A tapi dikirim B. Akhirnya karena tidak cocok dan tidak sesuai yang diorder, produk tersebut tidak terpakai. Sementara itu, 3 item produk lain yang saya beli di toko tersebut sesuai dengan order.  Dari sekian banyak produk yang dibeli, baru 1 kali mengalami kejadian seperti ini.


Padahal, toko kosmetik tersebut sangat tinggi followernya lho dan menjadi acuan bagi toko kosmetik lain karena harga jualnya tergolong paling murah. Dapat dibilang, penjual kosmetik termurah di Tokopedia. Akhir-akhir ini saya mengetahui toko tersebur juga mempunyai cabang di Shopee. Ketika saya hendak membeli paket bedak Wardah kemaren, saya ogah belanja lagi di toko tersebut dan mencoba membeli di toko lain. Belajar dari pengalaman sebelumnya.



h. Keterlambatan penerimaan paket


Salah satu yang membuat saya kesal adalah keterlambatan barang. Saya mengambil ekspedisi JNE 2-3 hari tetapi sudah lebih seminggu belum juga sampai. Namun, saya sadar sebagian kendala ini bukanlah di pihak penjual Tokopedia tetapi ekspedisi pengiriman itu sendiri. Dalam beberapa kesempatan memang ada juga penjual yang tidak segera melakukan packing produk sehingga barang juga telat diterima. Mereka menunda-nunda proses pesanan.  Meski demikian, kejadiaan ini juga termasuk pengalaman buruk belanja saat melakukan transaksi di Tokopedia.


Usut punya usut, ternyata ekpedisi X yang beropeasi di wilayah X memang begitu imagenya, sering terlambat, dikenal menumpuk barang di pusat dan malah menyarankan pembeli mengambil langsung ke kantornya. Melihat kejadian yang menimpa saya, teman saya mengatakan kalau dia juga sering mengalami hal tersebut jika belanja online menggunakan ekpedisi X. Solusinya, sejak saat itu saya mengganti ekpedisi.




Daftar kepuasan dan kenyamanan saya berbelanja di Tokopedia 


Meskipun di tulisan di atas terdapat beberapa kekecewaan dan pengalaman kurang baik atau buruk, sebagai pembeli yang objektif saya juga ingin menyebutkan daftar kenyamanan dan kelebihan yang saya peroleh saat belanja di Tokopedia. Akan lebih baik kalau saya bersikap adil, jika membicarakan kecewa maka juga wajib membeberkan rasa senang yang saya dapatkan ketika belanja di sana. Berikut merupakan daftar kepuasaan dan pengalaman menyenangkan ketika saya belanja online di Tokopedia :



a. Kadang barang cepat sampai melebihi dari perkiraan saya

Dalam beberapa kejadian paket memang ada yang terlambat atau lama sekali datangnya. Namun, secara umum paket sampai sesuai estimasi waktu. Bahkan terkadang sesekali paket datang jauh lebih cepat dari perkiraan. Kadang kesal dan kadang senang, menurut saya ini imbas dan seimbang.


b. Hore, akhirnya dapat cashback

Dalam satu kesempatan saya kehilangan cashback karena order ditolak oleh penjual karena alasan stok warna. Meski demikan, saya juga berhasil mendapatkan cashback saat belanja di toko lain sekitar Rp.80.000. Saldo cashback akhirnya saya gunakan untuk membeli barang keperluan lain sehingga tidak perlu merogoh kocek lagi.


c. Beli teko listrik tidak beli buble wrap tapi dikasih gratis

 Saya pernah belanja di sebuah toko dimana ketika saya lihat dideskripsi disana dituliskan bahwa harga produk tidak termasuk buble wrap. Jika ingin barang belanjaan sampai dengan selamat di tujuan, disarankan membeli buble wrap dan penjual memberikan link tambahan belanja buble wrapnya. Saya pikir, insaallah tidak akan rusak dan tidak usah saja beli buble wrap.


Namun, ketika produk sampai ternyata saya dikasih buble wrap gratis. Sebagian toko memang ada yang menjual alat packing tambahan seperti sampul kado, dus tebal dan plastik karena mereka tidak mau rugi. Mereka membebankan biaya bahan packing kepada pembeli. Namun ada juga yang memberikan secara cuma-cuma agar barang dagangannya diterima pembeli dengan baik.


d. Packingnya rapi dan cantik

Dari puluhan item yang saya beli, sejauh ini belum ada packingnya yang rusak atau barang berserakan. Umumnya, packing sudah baik dan sesuai standar. Ketika membeli madu umpamanya, penjual memberikan box khusus yang tebal dan botol madunya juga dilapisi dengan plastik sehingga tidak tumpah sama sekali. Bahkan saat membeli sebuah produk, kotak packingnya sangat cantik dan berwarna.


e. Pelayanan contact center yang respon penyelesaian masalah

Beberapa orang mengeluhkan karena susah menghubungi Tokopedia saat terjadi masalah atau mengatakan Tokopedia tidak ada nomor kontak pengaduan. Sejauh ini saat ada masalah alhamdulillah berhasil diselesaikan oleh tim Tokopedia. Pernah juga waktu itu saya membantu teman karena sudah mentransfer uang tapi odernya batal tertulis disana. Saya bantu menghubungi, dibalas pihak Tokopedia dan uangnya dikembalikan ke saldo akun. Waktu menghubungi admin Tokopedia melalui Facebooknya juga dibalas tidak sampai 1 x 24 jam.


f. Belum pernah kehilangan uang

Sebagaimana yang sudah diceritakan sebelumnya bahwa saya merasa aman dan bebas penipuan sejauh ini saat belanja di Tokopedia. Dengan kata lain, saya belum pernah kehilangan uang. Uang yang saya transfer ke rekening bersama milik Tokopedia dibayarkan kepada penjual untuk membeli barang yang sudah saya order.


g. Konfirmasi transfer otomatis

Dulu di sebuah toko saya pernah belanja dan untuk ordernya harus saya konfirmasi setelah melakukan transfer. Namun, di Tokopedia sejauh saya belanja belum pernah melakukan konfirmasi order. Waktu melakukan transfer secara otomatis order terlaksana. Beberapa bulan terakhir saya belanja tidak lagi mengirimkan uang ke rekening Tokopedia tetapi ke BCA Virtual Akun saya yang dibuatkan oleh Tokopedia. Saat melakukan transfer ke nomor virtual akun, maka orderan saya langsung terkonfirmasi saat itu juga.


h. Ada beberapa penjual yang sangat sabar dan ramah

Disamping ada penjual yang kadang kurang ramah dan membuat kesal, tak jarang ada juga penjual yang sangat sabar. Sebagai pembeli terkadang menanyakan banyak produk dan diskusi berulangkali tetapi tetap dilayani dengan baik. Juga ada yang mau membentu dalam memberikan informasi lebih yang dibutuhkan misalnya saya butuh rekomendasi produk yang cocok.


i. Memberi laporan tanpa diminta

Umumnya setiap toko online tempat saya belanja tidak memberikan laporan secara pribadi tentang order. Mereka hanya merespon pembelian, mengirimkan dan barang sampai ke tangan saya. Tidak ada mereka menjalin komunikasi dan kedekatan dengan pembeli. Satu hal yang tidak saya lupakan adalah saat ada toko yang mengirimkan pesan memberitahukan bahwa order saya sudah masuk, diterima dan sedang diprosesnya.


j. Belum pernah salah alamat

Dari puluhan order alhamdulillah belum pernah salah alamat. Saya mendengar beberapa keluhan pembeli kalau barangnya tidak sampai ke alamat dan malah nyasar ke kota sebelah. Para penjual di toko saya belanja teliti dalam menulis alamat lengkap sesuai yang saya berikan saat order.  Sebelum melakukan pembayaran saya juga selalu memastikan sudah memberikan alamat yang benar agar tidak salah alamat.


kPenjual yang jujur

Order terakhir saya di Tokopedia adalah pre order menjahit baju di toko yang beralamat di Jakarta. Saya membeli kainnya secara online di Tokopedia juga di toko kain dari Magelang. Penjahitnya menyarakan sebaiknya dari Magelang kain dialamatkan ke alamat dia saja sehingga lebih hemat. Begitu kain sampai, dia langsung menyampaikan dan mengirimkan foto bahan bajunya. Tak hanya itu, setiap proses pemotongan kain dilaporkan dengan baik hingga sisa-sisa kainnya dikirimkan juga ke alamat saya bersama paket.



Apakah saya akan masih belanja di Tokopedia?



" Dengan meminimalisir pengalaman yang kurang menyenangkan dan lebih selektif dalam memilih toko, saya MASIH BERENCANA berbelanja di Tokopedia TAPI untuk sementara waktu saya batasi untuk produk tertentu saja."



Belajar dari kekecewaan dan rasa kurang puas serta ketidakmahiran saya mengenal jenis serta karakteristik kain, ke depannya jika saya belanja di Tokopedia saya hanya membeli barang selain pakaian jadi. Untuk membeli pakaian seperti dress dan gamis, saya masih sedikit kurang yakin dan kurang berani. Hal ini lebih disebabkan saya membutuhkan jenis kain dan ukuran tertentu secara khusus. Menurut saya akan lebih baik buat saya jika membeli pakaian langsung, bisa diraba bahan serta dicoba ukurannya. Sementara itu, untuk membeli selain baju seperti buku, aksesoris, kosmetik, alat jahit dan lainnya, saya masih berminat mencoba lagi dan tetap yakin membeli via Tokopedia.



Dalam keadaan tertentu, baik tingkat keamanan, kelancaran serta kepuasaan juga ditentukan oleh pribadi pembeli. Tak heran bila pengalaman setiap orang berbelanja online berbeda satu sama lain. Ada yang mencap Tokopedia penipu, Tokopedia aman dan lainnya dengan alasan maupun motif tertentu. Ada juga yang sukses belanja sesuai harga dan kualitas. Misalnya, kenalan saya yang merasa puas membeli tas lucu untuk saudaranya karena merasa harga lebih murah. Sebaliknya, ada juga yang merasa kapok dan kecewa berat seperti yang dilihat di Google. Menurut saya tidak jauh berbedalah dengan belanja di pasar yang juga tidak lepas dari kekecewaan dan kepuasaan.



Beli langsungpun di pasar traditional kalau tidak mengenal bahan dan tidak pandai tawar menawar juga tidak akan merasa puas serta merasa terkecoh. Namanya saja jual beli, tak peduli dimana pasti ada dua sisi, puas atau tidak puas. Penjual jujur atau berbohong, kualitas sesuai harga atau penipuan. Sebenarnya belanja di suatu toko online apakah mau di Tokopedia, Bukalapak, Lazzada, Zalora, Hijabenka, Traveloka, Blibli, Blanja, JD.Id, Tiket.com, Pegipegi dan lainnya adalah kembali pada diri kita sendiri.



Pengalaman saya belanja di Tokopedia memang bervariasi, ada yang sesuai harapan dan ada juga kurang sreg. Intinya, mereka toko online hanya menawarkan, tapi kitalah sebagai konsumen yang memilih mau belanja di tempat mereka atau tidak.  Kita juga yang memilih mau barang ingin cepat sampai atau tidak. Semuanya tergantung kita termasuk dalam memilih sebuah produk dan toko tempat berbelanja. So, tetap bijak, selektif dan objektif saat belanja di toko online mana saja. []



This article protected & monitored by :